piala saat final LPI

Salah satu kapten tim menerima piagam dan piala saat final LPI di Lapangan Bataliyon Perhubungan Angkatan Darat (Yon Hubad) Jatijajar, Tapos, Kamis (7/12/2017).

depok.go.id- SMPN 11 Depok berhasil menjadi juara pertama kategori SMP dalam Liga Pendidikan Indonesia (LPI) Cabang Olahraga (Cabor) Sepakbola tingkat Kota Depok Tahun 2017. Tak hanya sekolah tersebut, SMKN 1 juga sukses meraih juara pertama kategori SMA/SMK. Dengan begitu, LPI telah melahirkan atlet potensial untuk Kota Depok.

Kepala Seksi Pembinaan Olahraga Prestasi dan Penyandang Cacat, Nur Abdullah mengatakan, selama kurang lebih satu bulan kegiatan LPI berjalan tanpa hambatan. Begitu pula dengan cabor lain yang dipertandingkan di LPI.

“Alhamdullilah, sejak pembukaan pada 17 November 2017 hingga 07 Desember 2017, semua berjalan dengan baik. Regenerasi atlet sudah mulai kelihatan meski ada juga wajah-wajah lama di LPI tahun sebelumnya,” ujarnya kepada depok.go.id, belum lama ini.

Dikatakannya, tujuan utama LPI adalah menjadi wadah pelajar dalam kegiatan olahraga. Dengan begitu pembinaan olahraga di sekolah semakin baik.

Lebih lanjut, ucapnya, khusus pemain sepakbola pelajar akan dipilih untuk mengikuti Liga Sepakbola Pelajar Piala Kemenpora pada awal tahun 2018. Untuk itu, Disporyata akan bekerja sama kembali dengan Askot PSSI Depok.

“Ini ajang pelajar, mereka punya jiwa berkompetisi untuk membuat prestasi. Tentunya tambahan cabor baru pada LPI tahun ini dipertahankan karena melihat animo yang sangat baik dari para pemain,” terangnya.

Sementara itu, Komite Keuangan Askot PSSI Kota Depok, Epi Bahri menambahkan, pihaknya rutin bekerja sama dengan pemerintah untuk mencari bibit pemain yang potensial. Karena kejuaran daerah seperti Popda, Porda, maupun kegiatan Asprov PSSI Jabar banyak berawal dari pengalaman mengikuti LPI.

“Askot PSSI tiap tahun selalu berpartisipasi di kegiatan kompetisi tingkat Asprov PSSI Jabar untuk kelompok usia 15 dan 17. Jadi dari ajang LPI ini sebagai database yang berisi gambaran dan data pemain masa depan,” tutupnya.

Penulis : Janet Swastika

Editor  : Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :