Depok.go.id – Tanggal 14 Februari dikenal secara umum sebagai sebuah peringatan hari Valentine. Terkait hal tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok mengeluarkan sebuah surat imbauan agar siswa sekolah tidak merayakan hari Valentine.

Hal ini dilakukan, melihat hari Valentine kerap kali diwarnai dengan penyimpangan perilaku yang kadang tidak terpuji dan mencoreng nama baik sekolah. Dengan adanya surat ini, diharapkan guru dan orang tua juga bisa mengawasi putra putrinya.

“Kita memiliki budaya indonesia yang cukup tinggi, diwariskan dari para leluhur kita. Warisan ini harus kita jaga dan kita rawat serta harus dikenalkan pada anak-anak muda, dan perayaan Valentine bukan warisan leluhur kita,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Herry Pansila, Jumat (12/02/2016).

Setidaknya terdapat dua poin dalam surat imbauan Kepala Disdik, Herry Pansila, tersebut. Pertama, mengisi kegiatan-kegiatan positif yang sesuai dengan nilai-nilai budaya ketimuran negara Indonesia dan menghindari kegiatan valentine day. Kedua, mengimbau kepada orangtua atau wali murid untuk mengajak putra dan putrinya melakukan kegiatan bersama baik di rumah maupun di luar rumah, seperti rekreasi bersama untuk meningkatkan harmonisasi dan ketahanan keluarga.

Selain itu, mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) ini meminta kepada seluruh sekolah melaksanakan kegiatan yang berhubungan langsung dengan budaya ketimuran dan bukan yang kebarat-baratan. Kegiatan tersebut bisa saja bertepatan pada tanggal 14 Februari, sehingga siswa tidak akan mencuri waktu melaksanakan kegiatan valentine di luar sekolah dan di luar rumah.

“Sibukkan siswa dengan kegiatan positif yang sesuai dengan warisan leluhur kita, sehingga mereka tidak akan ada waktu untuk sekedar merayakan hari yang asal mulanya dari budaya barat itu,” ujar Herry.

Herry mengaku, tidak ada sanksi apapun dari Disdik pada siswa yang kedapatan merayakan hari Valentine. Meskipun demikian, dirinya mengimbau pada piha sekolah maupun para orang tua agar senantiasa membentengi anak-anak jangan sampai terjerumus oleh budaya asing. (Nurul Hasanah/Ed; Yulia S – Diskominfo)

Bagikan post melalui :