musorkot

Wali Kota Depok membuka acara Musyawarah Olah Raga Kota (Musorkot) Depok 2017 di Hotel Bumiwiyata, Depok, Sabtu (11/02/2017). (Foto : Agus/Diskominfo)

depok.go.id – Pemerintah Kota Depok terus bekerjasama dengan Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok, untuk menciptakan bibit atlet yang unggul. Dengan keseriusan pembinaan, diharapkan melahirkan atlet yang bisa mengharumkan Kota Depok di ajang olahraga bergengsi.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, Pemkot Depok tahun 2017 menganggarkan untuk pembinaan atlet tidak kurang dari Rp 5 miliar. Besarnya kucuran dana itu, untuk mendukung berbagai upaya pembinaan atlet secara berjenjang. Pihaknya juga berkolaborasi untuk melakukan pembinaan kepada atlet-atlet yang akan bertanding di Porda, agar nantinya bisa berprestasi lebih maksimal.

“Pembinaan ditujukan kepada para atlet, agar bisa lebih berprestasi di ajang Porda,” ucapnya saat membuka acara Musyawarah Olah Raga Kota (Musorkot) Depok 2017 di Hotel Bumiwiyata, Depok, Sabtu (11/02/2017).

Menurutnya, anggaran ini bisa bertambah di Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Kota Depok. Dukungan anggaran yang besar, juga tak terlepas dari keseriusan Pemerintah Kota Depok yang terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar mampu menembus angka Rp 1 triliun.

“Nanti jika ada kenaikan, akan kita tinjau kembali penganggaran untuk pembinaan atlet-atlet Depok,” jelasnya.

Melihat pengalaman Pekan Olah Raga Nasional (PON) yang lalu, pemerintah bersama KONI melakukan seleksi lebih intens lagi untuk mengembangkan dan melakukan pembinaan kepada cabang olahraga yang menjadi unggulan.

“Tapi tidak menutup kemungkinan juga ada cabang olahraga baru yang menjadi prioritas untuk kita lakukan pembinaan lebih fokus,” tambahnya.

Dikatakannya, KONI sebagai sebuah lembaga yang mandiri, mendapat dukungan dari pemerintah, stakeholder, serta pengusaha. Serta masyarakat yang punya kepedulian di Kota Depok.

Lebih lanjut, Mohammad Idris menjelaskan, Pemerintah Kota Depok melaksanakan pembangunan berorientasi kepada permberdayaan manusia. Indikator pemberdayaan manusia, katanya, adalah usia muda dan usia produktif. Karena itu, Pemerintah Kota Depok juga punya perhatian lebih kepada pembangunan sumber daya manusia, khususnya pemuda.

“Angka usia muda dan produktif di Kota Depok antara 18 tahun sampai dengan 58 tahun. Menduduki persentase yang cukup tinggi, sebesar 67 persen dari dua juta seratus jiwa penduduk Kota Depok,” jelasnya.

Penulis: Agus

Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :