depok.go.id-Sebanyak 60 anggota dari berbagai komunitas radio di Kota Depok diberikan sosialisasi terkait penggunaan spektrum frekuensi radio. Sosialisasi tersebut bertujuan untuk meningkatan kesadaran akan pentingnya penggunaan perangkat komunikasi radio sesuai peruntukkannya.

“Sasaran kita dalam sosialisasi ini adalah seluruh pihak yang menggunakan frekuensi radio untuk komunikasi. Baik itu Perangkat Daerah (PD), hotel, hingga komunitas agar mengurus izin penggunaan frekuensi radio, sehingga tidak terjadi tumpang tindih dengan frekuensi radio lainnya,” tutur Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Kota Depok, Diki Erwin kepada depok.go.id, usai membuka kegiatan sosialisasi di Hotel Santika, Margonda, Selasa (12/03/2019).

Dirinya menjelaskan, dalam kegiatan tersebut pihaknya menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang spektrum frekuensi radio. Di antaranya Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Jakarta, M Imron Ridlo dan Ketua Organisasi Amatir Radio (Orari) Kota Depok, Fauzi Soelaiman.

“Mudah-mudahan dengan sosialisasi ini dapat menambah pengetahuan para pengguna frekuensi radio, sehingga ke depan penggunaan frekuensi radio semakin tertib dan memiliki izin,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Jakarta, M Imron Ridlo menuturkan, saat ini masih terdapat sejumlah radio komunitas di Kota Depok yang belum memahami terkait mekanisme perizinan penggunaan frekuensi radio. Sebab, menurutnya, pengurusan perizinannya baru mencapai tingkat kecamatan.

“Beberapa radio komunitas yang ada di Depok mengurus izinnya hanya sampai di tingkat kecamatan. Padahal, proses perizinan frekuensi radio itu ada di Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Barat,” tandasnya.

Penulis : Jose Marques

Editor: Dunih

Bagikan post melalui :