Kepala Kantor Imigrasi Depok, Dadan Gunawan (tengah) dan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora), saat menjelaskan pelanggaran izin yang dilakukan lima WNA di Kota Depok. (Foto : Janet/Diskominfo)

depok.go.id-   Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Imigrasi Depok berhasil amankan lima warga negara asing (WNA) dalam operasi terpadu pada (11/04). Kelima WNA tersebut diciduk di dua lokasi berbeda yaitu Apartemen Margonda Residence dan Lotus Residence di Depok.

“Jadi dari 38 WNA yang diperiksa , kami amankan lima orang asing. Mereka terdiri dari empat warga berkebangsaan Afganistan dan satu warga berkebangsaan Korea Selatan,” kata Kepala Kantor Imigrasi Depok, Dadan Gunawan.

Dikatakannya, empat WNA berkebangsaan Afganistan merupakan imigran ilegal. Sebab WNA tersebut tidak memiliki kartu  United Nation High of Commissioner for Refugees (UNHCR).

“Empat orang itu tidak memiliki UNHCR atau masa berlaku kartunya sudah habis dan tidak melaporkan perubahan alamat ke kantor Imigrasi setempat. Sedangkan, satu WNA berkebangsaan Korea Selatan diduga telah melakukan penyalahgunaan izin tinggal,” jelasnya.

Menurutnya, untuk satu WNA berkebangsaan Korea Selatan yang melakukan penyalahgunaan izin tinggal dapat dikenakan tindakan administratif keimigrasian berupa deportasi dari wilayah Indonesia dan penangkalan. Apabila ditemukan dua alat bukti yang cukup, WNA Korea tersebut, dapat dilakukan penyidikan tindak pidana keimigrasian, sebagaimana dimaksud Pasal 22 Huruf (a) UU Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.

“Lima WNA ini, akan ditempatkan ke ruang detensi. Terhadap orang asing ini, dapat dikenakan pidana penjara paling lama lima tahun dan pidana denda paling banyak Rp 500 juta, karena dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal yang diberikan padanya,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, pihaknya juga turut mengamankan dua dokumen WNA diantaranya satu warga negara Tanzania dan satu warga negara Korea Selatan. Dokumen keduanya akan diperiksa lebih lanjut oleh Imigrasi Kota Depok.

“Kami amankan dokumen  dua warga negara asing tersebut guna pemeriksaan lebih lanjut tentang keberadaan dan kegiatannya di Indonesia,” tutupnya.

 

Penulis : Janet Swastika

Editor   : Retno Yulianti dan Yulia Shoim

Diskominfo

 

Bagikan post melalui :