depok.go.id –  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok. Kunker dilakukan karena Pasaman Barat yang masih tertinggal dinilai perlu mencontoh Depok yang dari segi infrastruktur lebih maju.

“Langkah ini kami tempuh, untuk belajar dan mengetahui, bagaimana DPUPR Kota Depok mengakomodir masukan-masukan warga terkait pembangunan jalan lingkungan maupun penataan drainase,” ujar anggota DPRD Kabupaten Pasaman Barat, M Umar, di Aula DPUPR Kota Depok, Rabu (11/04/18).

Dikatakannya, Kabupaten Pasaman Barat merupakan kabupaten pemekaran sejak 2004. Sebelumnya merupakan Kabupaten Pasaman dan sejak pemekaran, masih ada beberapa wilayah yang tertinggal. Baik masalah ekonomi maupun sarana dan prasarana (sarpras) infrastruktur jalan dan kantor pelayanan publik.

“Kami hampir 14 tahun berdiri dan memiliki potensi garis pantai yang mencapai 152 kilometer. Daerah kami juga berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara, namun untuk infrastruktur, masih kurang baik. Kami melihat Depok merupakan Kota yang sudah maju dan berhasil. Perlahan tapi pasti, kami harus keluar dari daerah tertinggal ini,” tegas pria yang duduk di Komisi 3 DPRD Pasaman Barat itu.

Sementara itu, Kepala DPUPR Kota Depok, Manto yang menerima langsung kunker menjelaskan, kemajuan infrastruktur Kota Depok dari tahun ke tahun bermula dari aspirasi warga. Aspirasi ini kemudian ditampung dalam Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) dari kelurahan sampai ke tingkat kota.

“Sesuai aturan, kita mulai dari Musrenbang tingkat kelurahan untuk mengakomodir masukan warga. Masing-masing Daerah Pemilihan (Dapil) mengawal. Setiap kelurahan mendapatkan anggaran Rp 2 miliar. Untuk ekonomi sosial Rp 500 juta dan untuk pembangunan fisik Rp 1,5 miliar. Nah, besarnya anggaran fisik inilah yang menjadi faktor, mengapa Kota Depok cepat berkembang,” pungkasnya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih dan Rita Nurlita

 

Diskominfo

 

Bagikan post melalui :