kurban2

Ilustrasi (sumber: google)

depok.go.id – Memasuki H-30 Idul Kurban, Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Depok gencar menyebarkan informasi terkait beberapa hal yang harus diperhatikan jelang Hari Raya umat muslim tersebut.

“Kita sedang buat surat edaran kepada Camat dan Lurah beberapa hal yang harus diperhatikan untuk lokalisasi penjualan hewan kurban, untuk itu kami meminta kepada mereka agar membantu kami dalam mensosialisasikan kembali kepada masyarakat,” ujar Kepala Distankan Kota Depok Etty Suryahati, saat ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini.

Ia juga menambahkan, ada beberapa larangan mengenai tempat berjualan, salah satunya di sepanjang jalan protokol Depok seperti Margonda, karena hal ini akan berdampak pada kemacetan dan dapat merusak lingkungan.

“Jangan sampai niat ibadah, tapi merusak kepentingan umum. Karena hewan kurban juga bisa merusak fasilitas dan menimbulkan polusi udara dari bau kotorannya,” jelasnya.

Mantan Sekretaris Daerah itu juga mengatakan, euforia masyarakat jelang hari besar keagamaan sulit dikendalikan, apalagi dengan jumlah Sumber Daya Masyarakat (SDA) Distankan yang masih minim. Untuk itu, peran Camat dan Lurah sangatlah penting guna menunjang keamanan dan kenyamanan pedagang maupun pembeli hewan kurban.

“Selain untuk menunjang ketertiban umum, lokalisasi penjualan hewan kurban akan memudahkan petugas untuk memeriksa, guna mengantisipasi wabah antraks,” Ujar Etty.

Dirinya berharap, dengan adanya kerjasama antar instansi pemerintah dengan masyarakat mampu menyelaraskan program Distankan guna mewujudkan keamanan, ketenangan masyarakat untuk mengonsumsi daging yang berasal dari hewan kurban. (Vidyanita/ Ed: Siti Rahma – Diskominfo)

Bagikan post melalui :