depok.go.id – Dinas Peternakan dan Perikanan (Distankan) Kota Depok mengimbau pedagang hewan kurban untuk memperhatikan kesehatan hewan. Pasalnya, dari kasus-kasus sebelumnya, banyak hewan dari daerah asal sehat, namun karena menempuh perjalanan jauh maka hewan tersebut kelelahan, mengalami sakit dan akhirnya tidak boleh disembelih.

“Banyak pedagang yang kurang memperhatikan pakan termasuk minumnya di lapak, hewan juga sama seperti manusia, bisa terkena dehidrasi dan kelaparan,” ujar Kepala Distanan Kota Depok, Etty Suryahati, saat di temui di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Ia menambahkan, untuk meminimalisir menularnya penyakit hewan kepada hewan lainnya, pihaknya akan memberikan sosialisasi dan petunjuk kepada pedagang terkait cara merawat hewan yang sakit tersebut, misalnya memisahkan hewan yang sakit agar tidak menularkan penyakitnya kepada hewan lain.

Mantan Sekretaris Daerah itu juga berharap, warga benar-benar memperhatikan kondisi kesehatan hewan kurban yang akan dibeli.

“Pilih hewan kurban yang benar-benar sehat dan telah memperoleh label dari petugas. Jangan semata-mata karena harganya lebih murah, maka warga memilih hewan yang kurus dan tidak sehat,” paparnya.

Pihaknya akan turun ke lapak pedagang hewan kurban pada H-10 untuk melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan kesehatan hewan dan daging kurban dibagi dalam tiga tahap, diantaranya pemeriksaan lapak, pemeriksaan Ante Mortem dan Post Mortem. Pemeriksaan Ante Mortem yaitu pemeriksaan terhadap hewan kurban sebelum dilakukan penyembelihan, dan pemeriksaan Post Mortem yaitu pemeriksaan terhadap hewan kurban setelah dilakukan penyembelihan. (Vidyanita/ Ed: Siti Rahma – Diskominfo)

Bagikan post melalui :