pendidikan kebangsaan

Siswa SMA/ SMK perwakilan dari 20 sekolah Kota Depok menyimak kegiatan pendidikan wawasan kebangsaan yang diadakan oleh Kantor Kesbangpol di Vila Bukit Hambalang, Citeureup Bogor, Kamis (11/8/2016)

depok.go.id – Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok, Taufan Abdul Fatah mengatakan, pendidikan wawasan kebangsaan yang diberikan sejak dini kepada generasi muda seperti pelajar, mampu menekan kasus tawuran yang kerap terjadi antar pelajar.

“Bentuk yang biasa kami berikan untuk pendidikan wawasan kebangsaan cukup beragam, seperti halnya Kantor Kesbangpol rutin memberikan bimbingan teknis, lomba antar pelajar, outbond, dan sebagainya. Hal ini dirasa perlu untuk merekatkan kembali kesenjangan sekolah satu dengan sekolah lainnya,” ujarnya saat kegiatan pendidikan wawasan kebangsaan, kemarin (11/8/2016).

Ia menambahkan, tawuran terjadi akibat ada gep atau rasa persaingan yang menurut kabar diturunkan oleh alumni dari sekolah tersebut. Menurutnya, seluruh sekolah harus dibaurkan dalam sebuah kegiatan untuk meminimalis adanya gesekan-gesekan yang terjadi antar pelajar.

“Faktanya, dari tahun ke tahun, setiap selesai kegiatan yang kami berikan, ketika mereka bertemu di jalan justru saling sapa walaupun beda sekolah. Ini membuktikan bahwa gesekan dapat memudar dengan bimbingan wawasan kebangsaan,” tambahnya.

Selain itu, lanjutnya, pelajar yang telah mengikuti bimbingan dari Kantor Kesbangpol akan dibina kembali oleh Polres Depok untuk dijadikan kader pemuda yang fungsinya sebagai contoh generasi penerus bangsa dengan wawasan kebangsaan yang luas.

“Mereka (pelajar) akan menjadi contoh untuk Polres lain, sebagai bukti pemuda juga bisa ikut memberi kontribusi untuk menjadi penerus bangsa yang cinta tanah air,” tutupnya. (Vidyanita/ Ed: Siti Rahma – Diskominfo)

Bagikan post melalui :