bnn_2depok.go.id – Banyak cara yang dapat dilakukan suatu lembaga untuk mensosialisasikan beberapa program kerjanya. Ketika sosialisasi berupa seminar dan pemberian brosur sudah terlalu biasa, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok membuat sosialisasi berupa Pegelaran Pentas Seni dan Budaya Penyebar Informasi, Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di halaman Kantor BNN, Sukmajaya Depok, Sabtu (12/09/15).

Wakil Walikota Depok Idris Abdul Shomad, Kepala BNN Kota Depok AKBP M. Syaefudin Zuhri, Kepala Kantor Imigrasi Dudi Iskandar, Camat Sukmajaya Dadang Wihana Himendra, Perwakilan Polres Depok, lurah se-Kota Depok, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan pelajar di Kota Depok turut hadir pada kegiatan yang bertemakan “Mari kita Tingkatkan Kualitas Hidup Kita, Masyarakat Kita, Jati Diri Kita, Sehat Tanpa Narkoba” ini.

Beberapa rangkaian kegiatan yang digelar berupa tari-tarian, lenong berceritakan pengguna Narkotika yang insaf, serta doorprize dari berbagai sponsor.

Menurut data BNN, kasus Narkotika pada 2013 berjumlah 265 kasus dan meningkat tahun 2014 menjadi 353 kasus. Data ini memperlihatkan bahwa di Kota Depok kasus Narkoba sudah mengkhawatirkan, tidak menutup kemungkinan tahun 2015 ini akan terjadi peningkatan jumlah kasus Narkotika. 

Kepala BNN Kota Depok AKBP M. Syaefudin Zuhri mengatakan, dalam kontak nasional, Indonesia telah memasuki fase darurat Narkoba sebagaimana yang telah dikatakan presiden, sehingga diperlukan upaya yang optimal dan sungguh-sungguh dari seluruh komponen baik pemerintah, penegak hukum, LSM, pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta mahasiswa.

“Karena dengan upaya terpadu tersebut akan menjadi kekuatan bersama dalam upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, masalah Narkoba merupakan masalah multi dimensi, karena mencakup masalah kesehatan, sosial, moral, serta masalah hukum, sehingga diperlukan penanganan yang komperehensif, terpadu, dengan berbagai pendekatan baik pencegahan maupun rehabilitasi bagi pecandu serta penegakan hukum yang tegas bagi para pengedar maupun bandar.

“Hal tersebut diharapkan akan menurunkan angka penyalahgunaan Narkoba yang saat ini telah mencapai 2,1 persen atau setaraf dengan 4,2 juta orang di Indonesia,” tambahnya.

Senada dengan itu, Wakil Walikota Idris Abdul Shomad menyampaikan agar orangtua selalu mengawasi pergaulan anak-anaknya supaya tidak terjerumus kepada barang haram tersebut.

“Kalau ditemukan atau terindikasi ada anak terjerumus Narkoba, segera dilaporkan kepada BNN, karena mereka telah menyediakan ruangan untuk konseling orang-orang yang terlibat Narkoba,” tutur pria kelahiran Jakarta. (Vidyanita/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :