depok.go.id – Freddy, 45 tahun seorang bapak yang saat ini masih menjalani pengobatan Tuberkulosis (TB) kategori 1. Freddy setidaknya sudah menjalani pengobatan di Puskesmas Limo.

Freddy menceritakan,  Oktober 2014 lalu dirinya mengalami batuk parah sehingga dirinya harus dibawa ke dokter swasta di bilangan jalan dewi sartika. Seminggu kemudian Freddy merasakan badannya sudah sembuh dan tidak merasakan batuk-batuk yang luar biasa kembali.

Namun awal April 2015 bapak 4 putri ini terkena penyakit yang labih parah. Kali ini badan Freddy terasa dingin dan menggigil pada malam hari, ditambah muntah dengan campuran darah kental, serta berat badan menurun drastis hingga 10 kilogram.

“Ketika menggigil itu, tubuh saya serasa sudah meregang nyawa. Besok paginya saya langsung berobat ke Puskesmas Limo karena saya tidak mampu kalau harus ke dokter swasta kembali,” tutur Freddy menceritakan kisahnya di hadapan peserta gebyar TB yang digelar oleh UPT Puskesmas Limo, Kamis (12/11/2015).

Freddy kembali bercerita, sejak itu Ia berobat di Puskesmas Limo. Dokter dan tenaga medis Puskesmas sangat sabar menghadapi dirinya dalam menjelaskan detail bahwa dirinya terkena TB dan harus mulai menjalani pengobatan selama 6 bulan. Mulai dari sana, warga Kelurahan Limo Kecamatan Limo ini terus memotivasi diri untuk berusaha menuntaskan pengobatan TB ini hingga dibilang sembuh oleh tim dokter.

“Saya bersyukur, berkat dukungan dari istri dan keluarga besar dalam menjalani masa pengobatan ini berbuah hasil. Saya memang belum dinyatakan sembuh total dan masih menjalani pengobatan rutin, namun berat badan Saya sudah kembali normal, nafsu makan meningkat, dan sudah tidak batuk-batuk lagi,” imbuh Freddy.

Menurut Freddy, penyakitnya ini tidak terlepas dari kebiasaan menghisap rokok, begadang dan minum kopi yang berlebihan. Setelah terkena TB ini, Freddy sudah berhenti dari kebiasaan buruknya tersebut. Karena sakit TB ini sangat tidak mengenakkan.  Freddy mengimbau pada seluruh masyarakat Limo khususnya untuk sebisa mungkin mencegah dari penyakit ini daripada harus mengobati, yang membutuhkan komitmen dan kesabaran tinggi serta dukungan dari semua orang disekitar. (Nurul Hasanah/Diskominfo)

Bagikan post melalui :