BPJS Kesehatan Ti Rock

BPJS Kesehatan menggelar evaluasi program Ti-Rock di SMPN 11 Depok pada Senin (11/12/2017) (Foto : Janet/Diskominfo)

depok.go.id-  BPJS Kesehatan cabang Depok melakukan evaluasi pencapaian programBTinggalkan Rokok (Ti-Rock) melalui pemeriksaan smokerlyzer di SMP Negeri 11 Depok pada 11 Desember 2017. Program yang dimulai sejak September 2017 itu bertujuan untuk mengedukasi massal dan skrining bagi pelajar tentang bahaya merokok.

Kepala Bidang Jaminan Manfaat Rujukan, Rena Octora, mengatakan, sebanyak 23 pelajar atau 22,5 persen dari 102 pelajar SMPN 11 yang menjadi sasaran diketahui pernah mengonsumsi rokok. Saat bulan selanjutnya edukasi diberikan pada pelajar dan orangtua agar anak mberkomitmen meninggalkan rokok.

“Orangtua menyambut baik penyelenggaraan Program Ti-Rock tersebut. Berdasarkan data evaluasi bulan kedua dilaporkan telah terjadi penurunan angka kebiasaan merokok pada pelajar SMP Negeri 11 Depok. Awalnya pelajar tersebut rata-rata mengkonsumsi 2-4 batang rokok, menurun menjadi 1-2 batang rokok/harinya,” ujarnya kepada depok.go.id, belum lama ini.

Rena menjelaskan, Desember 2017 ini dilaksanakan evaluasi pencapaian Program Ti-Rock melalui pemeriksaan smokerlyzer kepada pelajar yang telah terjaring sebelumnya. Karena itu, hasil evaluasi diharapkan akan menjadi pendorong bagi pihak sekolah untuk melanjutkan program Ti-Rock secara mandiri di sekolah.

“Menurut IDI Depok ada progress yang baik, dari 23 siswa itu hanya 2 siswa atau 0,8 persen yang masi terindikasi. Itu pun hasilnya lebih rendah dari sebelumnya. Hasil tersebut diharapkan dapat menjaga komitmen para siswa untuk tidak merokok kembali,” jelasnya.

Dirinya menambahkan BPJS Kesehatan sebagai badan penjamin kesehatan tentunya merasa harus ikut berkontribusi terhadap kualitas kesehatan masyarakat. Dimana salah satunya adalah dengan mengadakan program Promotif Preventif Spesifik Daerah Penanggulangan Bahaya Rokok bagi Pelajar.

“Besarnya biaya pelayanan kesehatan yang dikeluarkan untuk mengobati penyakit-penyakit akibat rokok, seperti kanker paru-paru, penyakit jantung, dan lain-lain, mendorong BPJS Kesehatan untuk lebih menggalakkan program-program kesehatan dari segi pencegahan/preventif,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi  Tim Pengembang Kurikulum (TPK) SMP Dinas Pendidikan Kota Depok, Joko Soetrisno menjelaskan, kerjasama tersebut ikut mendukung visi Kota Depok, unggul nyaman dan religius. Dikatakannya siswa dapat unggul dari sisi kesehatan dengan program Promotif Preventif dari BPJS Kesehatan yang bekerjasama dengan IDI Kota Depok.

“Anak-anak yang sehat dan terbebas dari rokok merupakan generasi emas untuk Kota Depok menyambut masa keemasan di 2045. Kami berharap sinergitas ini dapat terus berlanjut dan berkembang bukan hanya pada dua sekolah saja,” tutupnya.

Penulis : Janet Swastika

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :