Perwakilan beberapa sekolah negeri dan swasta di Depok, melakukan audiensi dengan Walikota Depok Nur Mahmudi Isma’il, Rabu, (12/02/2014). Tujuan mereka beraudiensi adalah ingin mengemukakan beberapa persiapan menuju sekolah Adiwiyata Mandiri.

“ Untuk menjadi sekolah Adiwiyata Mandiri, syaratnya sekolah tersebut harus sudah mendapat gelar Adiwiyata Nasional. Selanjutnya sekolah tersebut harus membina 10 sekolah selama 1 tahun, dan 10 sekolah tersebut harus menjadi sekolah Adiwiyata Kota,” jelas Zamrowi Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok yang mendampingi perwakilan delapan sekolah tersebut.

Adapun Penghargaan sekolah Adiwiyata Nasional berdasarkan surat KLH No. b- 13864/Dep.1V/PPM/12/2013 Perihal Pemberian Penghargaan dan Sarasehan Adiwiyata Nasional 2013 diberikan untuk 8 sekolah, diantaranya SDN Mekar Jaya 9, SDN Mampang, SMPN 11 Depok, SMP Islam Al-Fikri, SMPN 2 Depok, SMAN 1 Depok, SMA Cakra Buana dan SMA 5 Depok.

Beberapa persiapan yang dilakukan adalah dengan membentuk tim khusus yang terdiri dari para guru dan kepala sekolah, didampingi BLH, dan DKP. Menanamkan, dan menerapkan pola hidup bersih kepada anak-anak, memilah sampah, menanam, menghemat listrik, dan menerapkan pola hidup disekolah dan di rumah, yang ramah lingkungan.

“”Semoga segala persiapan yang dilakukan dalam menuju Adiwiyata Mandiri berjalan lancar, dan dapat menghantarkan kepada prestasi Adiwiyata Mandiri sehingga bias mengharumkan nama Kota Depok,” ujar Nur Mahmudi.

Nur juga berpesan hendaknya hal tersebut dilakukan tidak semata-mata hanya untuk mengejar sebuah penghargaan. Kebiasaan para pelajar untuk hidup bersih, dan menjaga lingkungan untuk selalu bersih, terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, dan lingkungan sekolah yang bersih adalah hal yang utama. Hal tersebut harus benar-benar terwujud dan terjaga secara berkesinambungan.(Diskominfo/Rysko)

Bagikan post melalui :