giziNamanya Aprilia, usianya baru menginjak 10 bulan. Balita yang selalu ceria itu sekarang sedang mengikuti perawatan intensif pemulihan gizi buruk di Terapi Feeding Center (TFC) Puskesmas Kecamatan Sukmajaya.

Lia, sapaan akrabnya, pertama kali ditemukan dengan status gizi buruk ketika menimbang Berat Badan di Posyandu dekat rumahnya. Namun karena Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB) tidak sesuai dengan umur yang seharusnya maka Lia langsung dirujuk ke TFC.

Awal masuk pertama ke TFC pada bulan Januari Lia hanya mempunyai BB hanya 5 kilogram. Ibunda Lia yang pekerjaan sehari-hari sebagai ibu rumah tangga merasa bahagia karena putrinya diberi penanganan yang serius untuk memperbaiki status gizi buruk yang dialami anaknya.

“Alhamdulillah sekarang BB Lia sudah 6.7 kilogram dan mulai gemar mengkonsumsi berbagai makanan serta minum susunya kuat,” ujar Eti.

Selain Lia, ada juga Gideon yang masih berusia 1 tahun 6 bulan. Berbeda dengan Lia yang sudah hampir selesai masa pemulihan gizinya, Gideon baru sekitar 2 hari masuk TFC Sukmajaya.

“Gideon beratnya sekarang 6.9 kilogram, Kami sangat bersyukur karena pemulihan disini gratis dan suasananya seperti di rumah sendiri,” pungkas Marta, Ibu Gideon yang sehari-hari juga sebagai Ibu Rumah Tangga.

Marta yang merupakan warga Baktijaya tersebut, sempat bingung karena Gideon sangat berbeda dibandingkan dengan ketiga saudaranya. Pasalnya kakak-kakaknya tersebut tidak ada yang mengidap gizi buruk.

Sebagai pemulihan awal, Gideon sudah diambil darah dan dilakukan sterilisasi lambung. Untuk kemudian diberikan makanan tambahan, susu, serta vitamin yang sesuai untuk peningkatan Berat Badannya.

Foto Terkait:

gizi b2Penulis    : Nurul Hasanah
Editor     : Manapar Manullang

Bagikan post melalui :