Komunitas Tangan Peduli Lingkungan (TaPe uLi) di Kecamatan Cipayung, gencar melakukan berbagai aksi dalam mengajak masyarakat menangani permasalahan sampah. Bank sampah ini mampu memotivasi masyarakat untuk memilah sampah menjadi produk layak pakai serta memiliki nilai jual tinggi.

Salah satu aktivis TaPe uLi Madya Harmeka mengatakan bahwa program yang dilakukan pada bank sampahnya tersebut berupa peningkatan kesadaran pada diri masyarakat agar kegiatannya mampu menjadi hal yang berkesinambungan. Tentunya dengan tujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan mampu menghasilkan berbagai produk dari sampah yang dihasilkan.

“Kami selalu memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa sampah itu terdiri dari berbagai golongan, dan semua itu dapat kita manfaatkan,” tuturnya.

Dalam hal ini, bank sampah yang telah berhasil membentuk 54 anak cabang tersebut mengajarkan terkait jenis sampah yang dapat dikelola yaitu organik, anorganik, serta residu. Untuk sampah organik sudah dikelola oleh Pemkot Depok di UPS yang nantinya menjadi kompos.

Sampah anorganik yang masuk ke bank sampah dan kemudian dikelola mampu menghasilkan dana. Sedangkan sampah residu diserahkan dan kemudian dikelola oleh TPA.

“Kami menampung sampah anorganik yang kemudian dapat menjadi berbagai produk menarik,” tambah Madya.

Dari pengolahan sampah anorganik, TaPe uLi telah menghasilkan berbagai kreasi. Hasil tersebut diantaranya tas yang terbuat dari plastik, dompet dari kemasan kopi atau detergen, serta hiasan rumah tangga yang dekoratif dari koran bekas. Semua itu menguntungkan dan memiliki nilai jual.

Penulis    : Indri Purnama
Editor     : Manapar Manullang

Bagikan post melalui :