Kepala DPAPMK Kota Depok, Nessi Annisa Handari. (Foto: Asyril/ Diskominfo)

depok.go.id – Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok membekali relawan di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dengan Emotional Freedom Technique (EFT). Hal ini agar para relawan lebih memiliki keterampilan dalam menangani kasus yang dilaporkan ke P2TP2A.

Kepala DPAPMK Kota Depok, Nessi Annisa Handari mengatakan, EFT yaitu serangkaian metode yang berorientasi pada sistem energi tubuh guna melepaskan individu dari gangguan emosional dan fisik. Dengan kemampuan itu nantinya relawan di P2TP2A dalam menangani kasus lebih terarah dan tepat sasaran.

“Kalau ada kasus yang masuk ke dalam P2TP2A biasanya ditemukan klien dengan karakter yang berbeda. Maka para relawan maupun psikolog harus bisa menanganinya salah satunya dengan EFT ini,” ujar Nessi, di Sasono Mulyo, Cilodong, Rabu (13/02/2019).

Menurut Nessi, pihaknya terus berupaya menangani berbagai kasus dengan cepat. Kasus yang didampingi akan diselesaikan sampai korban pulih kembali, sehingga peran P2TP2A sangat besar, khususnya dalam kerjasama dengan Pemkot Depok dalam penanganannya.

“Anak sangat rentan menjadi sasaran kekerasan. Untuk itu, kami terus melindungi anak dan juga perempuan di Kota Depok. Agar keduanya menjadi kehidupan layak sesuai fitrahnya,” tandasnya.

Penulis: Nurul Hasanah

Editor: Retno Yulianti

Diskominfo

Bagikan post melalui :