Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok, Widyati Riyandani. (Foto : Diskominfo)

depok.go.id – Puncak penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Depok tahun 2020 berlangsung pada Rabu (13/03/19). Dalam Musrenbang tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok, Widyati Riyandani menekankan kepada rencana prioritas pembangunan yang akan dilakukan di 2020.

Menurut Widyati, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengalokasian anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) fungsi pendidikan minimal 20 persen yang mencakup gaji dan tunjangan. Kemudian, untuk anggaran fungsi kesehatan sebesar 10 persen tidak termasuk gaji dan tunjangan. Selanjutnya, pihaknya juga pengalokasian sebesar 5 persen dari APBD di luar dana alokasi khusus (DAK) dan dana alokasi umum (DAU) untuk kelurahan.

“Kami juga mengalokasikan belanja hibah dan bantuan sosial keuangan kepada partai politik dan belanja tidak terduga. Berdasarkan usulan belanja langsung dan Perangkat Daerah hingga kecamatan yang diinput ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) online berjumlah sekitar Rp 2,5 triliun,” jelasnya saat Musrenbang Kota Depok, di Hotel Bumi Wiyata.

Lebih lanjut, ucapnya, beberapa prioritas pembangunan masih harus disinergikan dengan program dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Untuk itu, pihaknya ingin masing-masing Perangkat Daerah untuk menjalani proses diskusi guna menentukan prioritas pembangunannya.

“Semua prioritas pembangunan kita harapkan tercapai di Kota Depok. Tentunya membutuhkan dukungan dari semua pihak,” pungkasnya.

Penulis: Nurul Hasanah dan Balggys Maeshyntha

Editor: Retno Yulianti

Diskominfo

Bagikan post melalui :