Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Dhanang Sasongko. (Foto : Diskominfo)

depok.go.id – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengajak seluruh komponen di Kota Depok, baik Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, maupun masyarakat untuk menjadikan status Kota Layak Anak (KLA) tingkat Nindya sebagai penyemangat. Dalam hal ini untuk semakin menguatkan jejaring perlindungan anak di Kota Depok.

“Harapannya dengan status KLA, jadi sebagai penyemangat. Agar semakin kuat dalam membuat sistem perlindungan anak di Depok,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Dhanang Sasongko, di Balai Kota Depok, Jumat (13/07/2018).

Dirinya juga mengingatkan, salah satu tempat yang harus diputus mata rantai kekerasan pada anak di antaranya, adalah sekolah. Sekolah harus mampu memberikan fungsi kontrolnya, terutama pemantauan setelah jam sekolah berakhir. Di mana pihak sekolah, kata Dhanang, harus memperhatikan ada kejadian apa saja di kelas, perpustakaan, atau pun toilet sekolah.

“Saya menilai upaya pencegahan dan penyelesaian terhadap kekerasan anak yang digulirkan Pemkot Depok, khususnya di sekolah sudah sangat komprehensif. Hanya tinggal ditingkatkan kembali,” ucapnya.

Dhanang juga mengatakan, untuk di sekolah hendaknya para guru menghindari praktik bullying (perundungan). Hal ini karena perundungan menjadi kasus yang besar bagi anak-anak sekarang, dan prestasi anak akan menurun akibat perundungan ini.

“Salah satu caranya dengan bikin satu kampanye di sekolah, atau pun aduan-aduan bullying direspons dengan baik,” pungkasnya.

Penulis: Nurul Hasanah
Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :