Seperti yang kita tahu, tradisi mudik ke kampung halaman saat Lebaran sudah menjadi rutinitas bagi sebagian penduduk di Indonesia. Namun tidak hanya sekedar bersilaturahmi kepada keluarga atau kerabat di kampung, penduduk yang mudik sering kali turut membawa serta sanak saudaranya saat kembali ke kampung halamannya.

Menanggapi kemungkinan bertambahnya jumlah penduduk, Mulyamto selaku Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok mengatakan bahwa kepindahan penduduk pendatang tidak menjadi sebuah kekhawatiran, asalkan mereka pindah secara resmi.

“Atas dasar UU No.23 Tahun 2006, kami akan melayani penduduk yang pindah ke Depok, asal pindah dari dinas setempat dan menjalani prosedur administratif, ” ujar Kepala Disdukcapil tersebut.

Mulyamto menambahkan bahwa penduduk yang ditangani oleh Disdukcapil adalah penduduk yang secara resmi terdaftar secara de jure. Sedangkan, Badan Pusat Statistik (BPS) mendata penduduk secara de facto. Dengan begitu, Disdukcapil tidak bisa meraba pertambahan penduduk karena pihaknya hanya mendata penduduk yang pindah secara yuridis.

” Yang paling mengetahui bertambahnya penduduk adalah pihak kelurahan. Kami akan mencoba mengecek laporan dari tiap kelurahan mengenai ini, ” tambahnya.

Mulyamto juga menghimbau untuk para pendatang agar mengurus administrasi sesuai prosedur yang sudah ditetapkan dan diusahakan jika ingin pindah ke Depok sudah mempunyai pekerjaan, bukan malah mencari pekerjaan.

“Pindah asal resmi tidak menjadi masalah, diharapkan juga pendatang mempunyai keterampilan atau keahlian. Lebih bagus lagi jika sudah mempunyai pekerjaan yang jelas hingga tidak mengalami masalah di kota Depok,” tutupnya. (Diskominfo/Rysko)

Bagikan post melalui :