bpjstk

Ahli waris dari tenaga kerja perusaahaan konstruksi mendapat santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan. (Foto : Janet / Diskominfo)

depok.go.id- Sebanyak 26 perusahaan jasa konstruksi di Depok mendapatkan sosialisasi manfaat program BPJS Ketenagakerjaan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengedukasi perusahaan agar mengikutsertakan pekerja mereka dalam dua program BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Bidang Pelayanan BPJS TK Depok, Ullik Indrawati menuturkan pekerja  pada sektor jasa konstruksi  adalah pekerja yang berisiko tinggi. Meskipun bukan pada sektor formal mereka harus memiliki jaminan sosial.

“Kegiatan kali ini kami berupaya memberikan edukasi mengenai manfaat jaminan sosial dari BPJS TK. Bahwa antisipasi perlu dilakukan sebagai pencegahan jika ada resiko kecelakaan kerja bahkan sampai pada kematian,” ujarnya, usai kegiatan Sosialisasidan Edukasi Manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan Pada Sektor Jasa Konstruksi di Gedung Atlanta Residence Jalan Margonda, Rabu (13/12/2017).

Dikatakannya, pada pekerja konstruksi hanya ditekankan pada dua program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Iurannya pun dibebankan kepada perusahaan sesuai masa periodik pengerjaan konstruksi.

“Jadi BPJS Ketenagakerjaan akan melindungi pekerja selama masa proyeknya. Begitu juga seterusnya, perusahaan hanya harus mendaftarakan pekerjanya sebelum proyek dilakukan dengan melampirkan nilai proyek dan besaran upah pekerjanya. Sedangkan untuk jumlah iuran, sudah ada regulasi dari pemerintah,” jelasnya.

Kendari begitu, sangat disayangkan masih ada perusahaan yang belum memiliki kesadaran. Padahal, sambungnya biaya resiko yang akan ditanggung perusahaan akan jauh lebih besar.

“Ada saja perusahaan yang baru mendaftar ketika proyek sudah selesai, itu sangat tidak tepat. Maka itu kami lalukan sosialisasiini,” katanya.

Ullik menambahkan, regulasi yang diatur pemerintah untuk para pekerja kontruksi ini cukup rendah. Tidak sebanding dengan jumlah biaya yang akan dibayarkan perusahaan apabila terjadi kecelakaan hingga kematian. Walaupun rendah, sambungnya, manfaat program yang akan di berikan kepada pekerja konstruksi akan tetap sama dengan pekerja lainnya. Baik kecelakaan dan kematian akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan.

“Misalnya dengan proyek sebesar Rp 100 juta hanya 0,24 persen iuran yang dibayarkan. Selain itu mendaftarkan karyawan merupakan hak pekerja dan ada pada undang-undang,” tutupnya.

Penulis : Janet Swastika

Editor    : Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :