Kepala DKUM, Mohammad Fitriawan saat memberikan sambutan pada kegiatan Bursa Modal di gedung Balatkop, Rabu (12/12/18). (Foto: Bima/Diskominfo)

depok.go.id- Guna meningkatkan kualitas serta kepercayaan masyarakat terhadap koperasi, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok rutin melakukan pengawasan terhadap koperasi yang bergerak di usaha simpan pinjam yaitu Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Unit Simpan Pinjam (USP). Hingga Desember 2018, tercatat sebanyak 126 koperasi yang dilakukan pengawasan.

Kepala DKUM Kota Depok, Mohammad Fitriawan mengatakan, dalam pengawasan terdapat beberapa aspek yang dinilai. Diantaranya, aspek permodalan, aspek kualitas aktiva produktif, aspek mamanajenem, aspek efisiensi, aspek utilitas, aspek kemandirian dan pertumbuhan, serta jati diri koperasi.

“Pengawasan ini untuk menentukan tingkat kesehatan koperasi di Depok. Karena nantinya dari hasil penilaian ini akan ada predikat koperasi yaitu koperasi sehat, cukup sehat, kurang sehat, dan tidak sehat,” kata Fitriawan, sapaannya, kepada depok.go.id usai menghadiri kegiatan Bursa Modal bagi koperasi di gedung Balatkop, belum lama ini.

Lebih lanjut, ucap Fitriawan, saat ini pihaknya telah mengumumkan hasil pengawasan terhadap ratusan koperasi tersebut. Tetapi, pihaknya memberikan waktu selama 10 hari bagi setiap koperasi untuk menyampaikan respon atas hasil pengawasan tersebut.

“Jadi, kita memberikan waktu kepada mereka untuk membaca, serta merespon atas hasil pengawasan ini. Jika tidak ada respon, maka hasil pengawasan dinyatakan benar,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, dengan adanya penilaian ini, dapat menjadi acuan koperasi untuk meningkatkan kinerja pada tahun-tahun berikutnya. Sebab, hasil dari penilaian yang dilakukan nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi koperasi.

“Kami berharap koperasi di Kota Depok lebih memperhatikan terhadap akuntabilitas koperasi kepada anggota, mitra kerja, dan masyarakat,” tandasnya.

Penulis : Jose Marques
Editor : Retno Yulianti
Diskominfo

Bagikan post melalui :