Wali Kota Depok Mohammad Idris, saat melakukan pemusnahan Miras di Halaman Balai Kota Depok, Kamis (13/12/18). (Foto : Bima/Diskominfo)

depok.go.id – Wali Kota Depok Mohammad Idris meminta peran serta seluruh pihak, dalam memerangi peredaran minuman keras (miras) di Kota Depok. Kekompakan tersebut perlu dilakukan, mengingat peredaran miras yang membahayakan kesehatan dan nyawa generasi muda.

“Tahun ini kita musnahkan 8.420 botol miras selama kurun waktu tiga bulan saja. Untuk memberantas itu, butuh dukungan semua pihak termasuk peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok dalam hal pembentukan akhlak seseorang,” ujar Mohammad Idris, usai kegiatan pemusnahan miras di Halaman Balai Kota Depok, Kamis (13/12/18).

Dikatakannya, 90 persen penikmat miras merupakan anak muda yang seharusnya bisa mempersiapkan diri menjadi generasi bangsa yang berkualitas. Untuk itu, berbagai terobosan harus dipikirkan bersama untuk menyelamatkan calon pemimping bangsa tersebut.

“Ini merupakan sesuatu yang serius, harus dicarikan solusinya bersama. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok nantinya juga akan memikirkan hukuman yang pantas bagi konsumen atau pun pengedar miras, karena saat ini miras masih tergolong tindak pidana ringan. Peran Polresta di sini juga dibutuhkan,” ucapnya.

Pemimpin Kota Depok itu menjelaskan, Pemkot Depok bersama Polresta Depok dan Kodim 0508/Depok, juga telah menetapkan Kota Depok sebagai
zero toleran untuk miras. Ketegasan Pemkot Depok ini, diharapkan menjadi pesan ke masyarakat yang masih membandel untuk segera meninggalkan minuman beralkohol tersebut.

“Kami bersama Forkopimda akan terus melakukan razia dan perketat pengawasan serta peredaran miras, agar tidak ada lagi ruang bagi pengedar barang haram tersebut,” tegasnya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :