Kegiatan Lokakarya Mini (Lokmin) ke-4 tahun 2019 Kecamatan Limo kemarin (11/12). (Foto : Janet/diskominfo)

depok.go.id -Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Limo berencana membentuk kelompok anak stunting (gagal tumbuh) beserta dengan ibunya di setiap kelurahan. Pembentukan kelompok ini guna memudahkan penyuluhan serta pembinaan sehingga bisa menurunkan angka penderita stunting khususnya di Kecamatan Limo.

Kepala UPT Puskesmas Limo,  Elin Herlina mengatakan, berdasarkan data gambaran status gizi balita, di Kecamatan Limo masih terdapat anak penderita stunting. Oleh karena itu, menurutnya, langkah cepat perlu dilakukan. Termasuk dengan membentuk kelompok tersebut.

“Dari 4.315 anak yang dilakukan pengukuran berat badan dan panjang/tinggi badan, ada 99 anak berstatus gizi stunting tetapi masih di bawah angka stunting di Kota Depok,” ujarnya kepada depok.go.id baru-baru ini.

Selain itu, tambahnya, pihaknya juga terus berupaya menanggulangi masalah gizi lainnya yang diderita oleh anak-anak. Seperti berat kurang (underweight) dan kurus (wasting).

“Selain stunting, terdapat juga anak yang berstatus berat kurang dan  anak berstatus kurus. Untuk itu, pembebasan dan antisipasi akan terus dilakukan ke depan. Salah satunya lewat Lokakarya Mini yang telah digelar belum lama ini,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, penanggulangan stunting dan masalah gizi lainnya membutuhkan dukungan seluruh pihak. Terutama dalam merubah pola asuh, pola makan serta perbaikan sanitasi lingkungan.

 “Mudah-mudahan dengan upaya yang dilakukan ke depan, akan bisa membantu menurunkan angka masalah gizi di wilayah Kecamatan Limo,” tutupnya.

Penulis : Janet Swastika

Editor : Jose Marques

Diskominfo

Bagikan post melalui :