terminal

Ilustrasi Terminal (Foto: Nita/Diskominfo)

depok.go.id – Pembangunan Terminal Jatijajar yang telah dilakukan sejak 2010 lalu rencananya akan diserahkan ke pusat. Hal tersebut diutarakan Kepala Sub Bidang Fisik dan Pembangunan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok, Hernitawati, di ruang kerjanya, Kamis (14/01/16). Keputusan tersebut ditetapkan berdasarkan surat yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri.

“Selesai maupun tidak, terminal tipe A ini harus diserahkan ke pusat Oktober tahun ini,” tegasnya.

Ketentuan penyerahan ini sudah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2015 tentang pemerintahan daerah. Sementara untuk pendataan pembangunan asetnya, akan dilakukan dari Maret-April 2016. 

Adapun sejumlah kendala memang terjadi dalam pembangunan terminal yang digadang-gadang menjadi terminal terbesar se-Jawa Barat ini, terutama pada proses lelang proyek pembangunan terminal tersebut. Tahun 2015 dianggarkan Rp48 miliar untuk pembangunan emplasemen Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), hall kedatangan dan keberangkatan, serta jalan lingkar.

“Bagian yang selesai hanya jalan lingkar dan sebagaian emplasemen. Dana hanya terserap Rp20 miliar,” ujarnya.

Sementara itu, pada tahun 2015 ada pembangunan jembatan, tetapi dicut off, dan tidak diteruskan. Anggaran untuk pembangunan jembatan sebesar Rp6 miliar, yang dikerjakan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Bimasda) Kota Depok.

Terminal yang berdiri di lahan seluas 10,2 hektar ini diklaim akan mengurangi kemacetan di Jalan Margonda, karena posisinya yang strategis sejalur dengan Tol Cijago, serta dapat menampung ribuan angkutan bus, baik AKAP, maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). (Vidyanita/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :