Maraknya peredaran coklat yang berhadiah kondom di hari Valentine, menggemparkan beberapa daerah, tidak terkecuali Kota Depok. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, kemarin (13/02) telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh sekolah di Kota Depok untuk melarang adanya perayaan Valentine.

Walikota Depok Nur Mahmudi Isma’il juga angkat bicara mengenai hal tersebut. Dia menghimbau agar seluruh siswa di Kota Depok mengisi hari Valentine dengan hal-hal yang positif seperti ekstra kulikuler, olahraga, bakti sosial dan kegiatan-kegiatan yang bersifat mendidik.

“Jika semua siswa dapat melakukan hal positif tersebut, maka implementasi dari kurikulum 2013 akan terakomodasi sebagai alternatif yang baik,” ujar Beliau saat ditemui di SMA/SMK Putra Bangsa, Sabtu (14/02/15) pagi tadi.

Menurut data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), lebih dari 32% anak-anak usia 14-18 tahun sudah melakukan hubungan seksual di luar nikah, ini merupakan suatu hal yang sangat memprihatinkan, di sini peran orang tua dan guru dibutuhkan untuk peduli dan turut mengajarkan mereka agar terhindar dari sikap tercela.

Senada dengan itu, Alfiah, salah satu siswa SMA Putra Bangsa menuturkan bahwa dirinya tidak pernah merayakan hari Valentine, hal ini didasarkan pada kepercayaan agama yang dianutnya bahwa Islam mengharamkan perayaan tersebut.

“Saya setuju, Valentine dilarang karena selain diharamkan agama, Valentine juga merusak moral. Terlebih adanya coklat yang berhadiah kondom, sudah bisa dipastikan masa depan akan hancur,” ujar wanita berkerudung itu.

Pemkot Depok memiliki cita-cita untuk mewujudkan SDM yang unggul, kreatif dan religius. Pemkot juga sudah mengajak Forum Pelajar se-Kota Depok untuk melakukan deklarasi A7 (Anti Tawuran, Anti Miras, Anti Rokok, Anti Narkoba, Anti Mencontek, Anti Bullying dan Anti Seks Bebas.

“Kami selalu mendorong dan memotivasi anak-anak supaya tetap berekspesi dalam pembentukan karakter dan kesiapan mereka mandiri dalam kewirausahaannya dengan menggandeng beberapa pihak dalam wujud beberapa kegiatan,” kata Nur.

Penulis    : Vidyanita Iqomah
Editor     : Manapar Manullang

Bagikan post melalui :