Jpeg

Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kota Depok menggelar jumpa pers, Jum’at (12/02/2016). (Foto: Nurul/Diskominfo)

Depok.go.id – Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kota Depok menggelar jumpa pers terkait mekanisme dan format acara pelantikan Walikota-wakil Walikota Depok terpilih, Idris Abdul Shomad-Pradi Supriatna  pada, Rabu (17/2/2016) mendatang. Hal ini disampaikan pada jumpa pers, Jum’at (12/02/2016)

Asisten Tata Praja Kota Depok, Dudi Mi’raz mengungkapkan bahwa prosesi pelantikan sepenuhnya akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun begitu, Pemerintah Kota Depok akan memberlakukan pengawalan yang melekat terhadap Idris-Pradi mulai dari Depok.

“Proses pelantikan akan berbarengan dengan enam kepala daerah lainnya di Jawa Barat,” ujar Dudi kepada para wartawan yang hadir.

Lebih lanjut Dudi menjelaskan, bahwa keberangkatan dan kepulangan Walikota-wakil Walikota akan menjadi tanggungjawab Pemerintah Kota Depok. Mereka nantinya akan dikawal dari Polres, Satpol PP, Humas dan Protokol. Setiba di Bandung pada Selasa siang, lanjutnya, Walikota-wakil Walikota akan melakukan persiapan untuk gladi yang akan dimulai pada pukul 16.00 WIB. Gladi tersebut, kata Dudi, harus dilakukan karena Gubernur Jawa Barat menginginkan pelantikan berjalan sukses tanpa ekses.

“Ketika walikota-wakil walikota sudah tiba di Bandung, itu akan menjadi tanggungjawab Polda Jawa Barat dan Polwiltabes Bandung, dari mulai gladi kemudian bermalam dan besoknya ketika menuju Gedung Merdeka,” paparnya.

Setelah pelaksanaan pelantikan, sambungnya, semua sudah difasilitasi oleh Pemerintah Kota Depok dari mulai atribut PDUB (Pakaian Dinas Upacara Besar), tanda pangkat dan tanda jabatan semua itu tanggungjawab Pemerintah Kota Depok.

“Termasuk kendaraan dinas dan ajudan beserta pengawalan. Dengan demikian, Walikota-wakil Walikota sudah melekat tugas dari pemerintah kota untuk memfasilitasi semuanya. Sampai kembali ke Depok itu menjadi tanggungjawab kami,” tegasnya.

Sementara itu, Pj Walikota Depok, Arifin H Kertasaputra mengungkapkan permohonan maafnya dikarenakan undangan yang disediakan terbatas. Dalam hal ini Kota Depok hanya mendapatkan 250 undangan.

“Kami berharap prosesi pelantikan dari pergi hingga kembali ke Depok dalam keadaan aman dan lancar. Kami juga telah berkoordinasi dengan tim Humas agar informasi terkait prosesi pelantikan juga bisa dapat oleh media,” pungkasnya. (Nurul Hasanah/Ed: Yulia S – Diskominfo)

Bagikan post melalui :