sapi blue 2

Ilustrasi sapi jenis Belgian Blue Bull . (Foto : Sumber Istimewa)

depok.go.id – Maraknya berita impor sapi jenis Belgian Blue Bull yang dikabarkan hasil persilangan sapi dengan babi dari Australia dan New Zealand, secara keilmuan mustahil terjadi. Sebab, sapi tidak mungkin dikawinkan dengan babi, karena memiliki gen yang berbeda. Untuk sapi jantan Belgian Blue Bull itu sendiri merupakan hasil persilangan shorthon dengan sapi lokal Inggris, dan itupun tidak beredar di Kota Depok.

“Dari persilangan ini didapatkan mutasi alami gen yang mengkode myostatin yaitu protein yang berperan dalam perkembangan otot. Mutasi gen ini yang mengakibatkan pertumbuhan otot yang lebih cepat, sehingga menghasilkan daging lebih banyak dengan sedikit lemak. Jadi bukan persilangan antara sapi dan babi. Sapi Belgian Blue Bull adalah murni sapi,” terang Kepala DKPPP Nunu Heriyana di ruang kerjanya, Selasa (14/02/17).

Dia menambahkan, perkembangbiakan sapi Belgian Blue umumnya dilakukan dengan inseminasi buatan karena untuk menyangga berat tubuhnya sendiri sudah kepayahan. Anak sapi yang dilahirkan rata-rata memiliki berat 44 kg untuk anak sapi betina dan 47 kg untuk anak sapi jantan.

“Besarnya badan sapi ini dan otot yang kekar, membuat banyak pihak mengira sapi Belgian Blue Bull adalah persilangan antara sapi dan babi. Padahal, sapi tersebut tidak bisa dikawinkan dengan babi, karena memiliki gen yang berbeda,” tambahnya.

Nunu juga menjelaskan, untuk sapi jenis Belgian Blue Bull tidak diimpor ke Indonesia. Kota Depok sendiri hanya menerima sapi jenis Brahman Cross (Bx) yang dipotong di Australia dan New Zealand dan dikirim ke Depok.

“Hanya sapi jenis Bx yang dikirim ke kita (Depok), berasal dari Australia dan New Zealand. Sapi jenis lain tidak masuk ke Depok. Jadi daging yang beredar di Kota Depok aman, tidak ada pencampuran dari babi atau genetik yang dari babi,” ujar Nunu.

Dengan adanya klarifikasi ini, dirinya berharap masyarakat tidak lagi resah terhadap kabar miring beredarnya sapi hasil persilangan dengan babi. Sebab, selain mengimpor dari jenis sapi impor yang berbeda, ke depan Pemkot Depok juga akan melakukan inseminasi buatan (IB) pada sapi lokal, agar nantinya mudah berkembang biak.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :