fopd

Forum OPD DPAPMK di Wisma Hijau, Selasa (14/02/2017). (Foto : Rysko/Diskominfo)

depok.go.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus berupaya mewujudkan salah satu program unggulannya, yakni penguatan ketahanan keluarga. Program yang dikenal dengan Family Resiliences City ini, menjadi salah satu fokus program yang akan dijalankan oleh Dinas Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok.

“Kami akan fokus kepada program ketahanan keluarga, jadi nantinya semua bidang-bidang akan turut serta dan bermuara untuk membangun program ini,” ujar Kepala DPAPMK Kota Depok, Eka Bachtiar di forum OPD DPAPMK, Selasa (14/2/2017).

Eka mengaku, program itu menjadi fokus utama, karena dengan ketahanan yang kuat, maka lingkungan sekitar juga akan kuat. Dengan begitu, akan berimbas pada lingkungan kota dan mampu menciptakan ketahanan nasional. Menurutnya, semua kepribadian dan karakter anak-anak negeri ini terbangun dari pola keluarga sebagai unit pendidikan pertama yang memberikan dasar kepribadian, karakter, agama dan hal positif lainnya.

“Keluarga juga fondasi utama dalam membangun sistem dan tatanan sosial. Ketahanan keluarga merupakan basis ketahanan nasional,” jelasnya.

Dikatakan Eka, kondisi keluarga baik dari segi ekonomi, pendidikan, dan segi lainnya diharapkan dapat meningkat seiring program yang akan dijalankan oleh Pemkot Depok. Dengan kekuatan ini, diharapkan dapat menciptakan anak-anak yang berkualitas.

“Konkretnya kami akan meningkatkan program KB, karena itu berkaitan dengan ketahanan keluarga. Di dalamnya mengulas mengenai bina keluaraga balita, bina keluarga remaja dan bina keluarga lansia,” jelasnya.

Selain itu, juga program Kota Layak Anak (KLA) dan Pengarusutamaan Gender (PUG) juga menjadi program yang akan dijalankan. Untuk suksesnya program itu, Eka berharap adanya sinergitas yang baik antar semua pihak terkait.

“Terkait KLA harus ada sinergitas dengan OPD lain, misal mengenai taman maka pihak DLHK juga harus terlibat. Untuk JPO atau halte maka Dishub juga terlibat, begitu juga dengan indikator lainnya yang memerlukan sinergitas dengan pihak lain,” tandasnya.

Penulis: Rysko
Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :