Kepala Seksi Extensifikasi dan Penyuluhan, KPP Pratama Depok Sawangan, Rahmat.

depok.go.id- Berbagai program dilakukan KPP Pratama Depok Sawangan dalam meningkatkan penerimaan pajak Kota Depok, salah satunya melalui pelatihan atau kiat-kiat berjualan lewat media sosial, pelaporan keuangan yang baik bagi pelaku usaha khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Depok. Pelatihan tersebut berdasarkan atas pertimbangan di Depok mayoritas wajib pajak merupakan pelaku usaha.

Menurut Kepala Seksi Extensifikasi dan Penyuluhan, KPP Pratama Depok Sawangan, Rahmat mengatakan, pihaknya melakukan pembinaan UMKM dengan bentuk seminar wirausaha yang bekerjasama dengan pelaku usaha, unsur Kadin Depok dan semua stakeholder. Program pembinaan tersebut sudah berjalan sejak Desember 2016. Dan rencananya akan rutin diadakan pada tahun 2017.

“Jadi perlu dilakukan pendekatan-pendekatan yang unik untuk menarik para pelaku UMKM ke dalam sistem administrasi pajak” katanya kepada Depok.go.id, Selasa (14/02).

Rahmat berharap,  kegiatan itu bermanfaat, agar  pelaku usaha Depok membiasakan diri taat aturan, pelaku UMKM ini dapat menjalankan usahanya secara tertib administrasi dan berbekal pengetahuan.

“Kita harapkan UMKM Depok dapat mengembangkan usaha, karena adanya jaminan kualitas produk dan kemudahan akses pada sumber modal usaha,”jelasnya.

Dia melanjutkan, selain seminar dan penyuluhan , KPP Pratama Sawangan  juga membantu para pelaku UMKM yang kesulitan dalam perpajakan, jadi manfaat yang didapat bukan hanya masalah pajak, ada manfaat yang didapat seperti bertukar produk, pengetahuan tentang usaha, terutama kiat-kiat yang menunjang kegiatan usaha. Untuk itu, saat ini  KPP Pajak Depok Sawangan akan jemput bola, tidak lagi hanya sekedar himbauan, tetapi akan ikut dalam kegiatan-kegiatan masyarakat, dengan tujuan agar penerimaan pajak Kota Depok terus meningkat.

“Kegiatan ini kita sebut sebagai visit edukasi bukan lagi hanya himbauan tapi petugas pajak akan langsung turun kemasyarakat,”tandasnya.

 

Penulis: Janet Swastika

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :