Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok membuka pendaftaran pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 11-21 Februari 2019, dengan syarat usia pelamar minimal 25 tahun dan tidak menjadi pengurus partai politik.

“Jumlah yang dibutuhkan disesuaikan dengan total TPS yang ada yaitu, sebanyak 5.759 titik dan ditambah 6 TPS di Rutan Cilodong,” tutur Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kota Depok, Luli Barlini kepada depok.go.id, Kamis (14/02/19).

Luli menjelaskan, pendaftaran dapat dilakukan di Kantor Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) setempat dengan menyertakan persyaratan yang dibutuhkan. Yaitu fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), fotokopi ijazah, pas foto ukuran 4×6, surat keterangan sehat dari Puskesmas, daftar riwayat hidup, dan formulir pendaftaran.

“Paling penting calon pengawas TPS harus memiliki integritas yang kuat, jujur dan adil, serta tidak berafiliasi atau berpihak pada paslon dan partai tertentu. Kalau yang bersangkutan mantan anggota partai, dia harus sudah mundur maksimal 5 tahun saat mendaftar,” ujarnya.

Lebih lanjut, ucap Luli, untuk jadwal pendaftaran, penerimaan berkas, penelitian berkas administrasi hingga wawancara akan dilakukan selama 9 hari atau mulai 11-21 Februari 2019.

Setelah itu, lanjutnya, Kelompok Kerja (Pokja) melakukan uji publik terhadap calon dengan meminta tanggapan dan masukan dari masyarakat pada 27 Februari-1 Maret. Kemudian, Panwascam akan melakukan klarifikasi atas tanggapan masyarakat dan pleno penetapan pengawas TPS terpilih pada 2-6 Maret.

“Baru pada 8-12 Maret, diumumkan pengawas terpilih dan dilanjutkan dengan pelantikan pada 25 Maret 2019,” katanya

Penulis : Jose Marques
Editor : Dunih

 

Bagikan post melalui :