Kegiatan Pertemuan Advokasi dan Sosialisasi Penguatan Imunisasi Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV) Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan di Hotel Santika, Depok, Kamis (14/02/19). (Foto: Asyril/Diskominfo)

depok.go.id – Dalam mempertahankan Indonesia bebas dari polio, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) terus melaksanakan kampanye imunisasi tambahan polio. Salah satunya dengan kegiatan Pertemuan Advokasi dan Sosialisasi Penguatan Imunisasi Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV) Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang dilaksanakan di Hotel Santika, Depok, Kamis (14/02/19).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Umi Zakiyati menjelaskan, kegiatan yang dimotori Kemenkes tersebut diikuti oleh perwakilan kabupaten/kota di Jawa Barat. Tahun ini, Kota Depok menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Tahun ini pelaksanaan Pertemuan Advokasi dan Sosialisasi Penguatan Imunisasi IPV berada di Kota Depok dengan melibatkan perwakilan dari seluruh wilayah di Jabar,” katanya kepada depok.go.id.

Lebih lanjut, ujar Umi, guna menyukseskan pemberian imunisasi IPV diperlukan upaya efektif dalam meningkatkan cakupan imunisasi di wilayah Provinsi Jabar. Komitmen dari seluruh pihak baik pemerintah maupun masyarakat sangat penting untuk melancarkan penyebaran vaksin.

“Masih ada masyarakat yang belum memiliki pemahaman lebih untuk pemberian imunisasi pada anak. Saat ini sedang gencar dilakukan sosialisasi agar nantinya dapat diterima oleh masyarakat demi meningkatkan kekebalan tubuh anak,” tuturnya.

Umi menambahkan, jenis polio terbagi menjadi tiga tipe. Virus tipe dua sangat sulit untuk dikendalikan. Untuk itu, setelah melakukan pengembangan vaksin dengan IPV ini, diharapkan dapat berdampak pada kekebalan tubuh balita.

“Dengan adanya advokasi dan sosialisasi penguatan vaksin tahun ini, mudah mudahan angka polio di Indonesia dapat diminimalisirkan,” pungkasnya.

Penulis : Indri Purnama
Editor : Retno Yulianti
Diskominfo

Bagikan post melalui :