Pelaksanaan Fogging merupakan antisipasi dini untuk pencegahan penyakit berbahaya yang biasanya muncul pasca musim hujan, dimana saat ini air hujan biasa tergenang dan membuat Nyamuk dapat mudah berkembang biak. Fogging atau pengkabutan menjadi salah satu metode yang sering digunakan dalam pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue (DBD). Pada metode ini, suatu lokasi disemprot dengan insektisida menggunakan mesin.

Untuk melakukan proses fogging, sebelumnya warga harus melaporkan terlebih dahulu kepada pihak Puskesmas tentang adanya kasus DBD, selanjutnya pihak Puskesmas akan melaksanakan proses pemeriksaan epidemiologi. Penyelidikan epidemiologi demam berdarah dengue merupakan kegiatan pencarian penderita atau tersangka lainnya, serta pemeriksaan jentik nyamuk penular DBD dirumah penderita dan rumah-rumah sekitarnya dalam radius sekurang¬kurangnya 100 meter. Juga pada tempat umum yang diperkirakan menjadi sumber penularan penyakit. Tujuan utama kegiatan ini untuk mengetahui ada tidaknya kasus DBD tambahan serta terjadinya potensi meluasnya penyebaran penyakit pada wilayah tersebut.

“Selanjutnya pihak Dinkes akan memberikan insektisida kepada Puskesmas yang mengajukan pelaksanaan fogging. Hari ini kami sedang memberikan insektisida kepada tiga Puskesmas di Depok, yaitu Sukmajaya, Kedaung dan Sukatani,” ujar Adi Rusmiadi, selaku Pengelola Program DBD Dinkes Kota Depok.

Selain fogging, dalam meminimalisir kasus DBD pihak Dinkes juga rutin melaksanakan Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB). Pemeriksaan jentik berkala adalah pemeriksaan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti yang dilakukan secara teratur oleh petugas kesehatan atau kader atau petugas pemantau jentik (jumantik). Kegiatan ini termasuk memotivasi masyarakat dalam melaksanakan Pemberatasan Sarang Nyamu (PSN) DBD. Dengan kunjungan yang berulang-ulang disertai penyuluhan diharapkan masyarakat dapat melaksanakan PSN DBD secara teratur dan terus menerus.

“Untuk kegiatan PJB ini kami sudah menjadwalkannya untuk kecamatan dan kelurahan. Untuk kecamatan kami melakukannya pada minggu keempat, sedangkan untuk kelurahan dilaksanakan pada minggu pertama dan ketiga di tiap bulan,” jelas Siti Mufliha Rahim selkau Pelaksana Program PLP Dinkes Depok. (rysko/diskominfo)

Bagikan post melalui :