curhat un
Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Depok Herry Pansila, mengelilingi SMA untuk memantau jalannya pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada Senin (14/04/14). Usai selesai mengerjakan soal mata pelajaran Bahasa Indonesia, para pelajar curhat kepada Orang nomor satu di Kota Depok itu.

Dalam diskusinya dengan beberapa siswa yang ada di SMA 1 dan SMK Setia Negara. Dari semua siswa yang diajak berbincang usai UN Bahasa Indonesia, mereka mencurahkan hati kepada Walikota bahwa soal UN yang pertama (Bahasa Indonesia) ini susah susah gampang. Mereka mengaku soalnya agak membingungkan dan masih merasa sedikit tegang dihari pertama UN ini. “Yang paling susah itu adalah saat kita harus mencari kesimpulan dalam sebuah teks pak. Kami bingung karena pilihan jawabannya juga mirip-mirip,” ujar Septya yang merupakan siswa SMK Setia Negara.

Menanggapi cerita para siswa, Pemimpin Kota Belimbing itu mengatakan bahwa banyak dari siswa yang menganggap enteng pelajaran Bahasa Indonesia. Mereka menganggap sudah bisa karena telah terbiasa, jadi tidak memperdalam lagi pelajaran tersebut. Para siswa sempat bilang jika soal UN Bahasa Indonesia, mirip dengan try out yang pernah dilakukan. Tetapi, bahasa itu sifatnya subyektif jadi terasa sulit. Mereka kurang yakin apakah kesimpulan yang mereka buat itu benar atau tidak.

“Kami berharap, seluruh siswa dapat lulus 100% dan meraih nilai terbaik di Jawa Barat. Untuk para siswa, isu tentang adanya bocoran soal jangan ditanggapi. Karena soal yang dibuat itu ada 80 jenis dan kalau orang yang percaya akan bocoran tersebut, belum tentu jawaban yang didapat tepat dengan soal yang disajikan,” tandas Walikota.

Beliau juga berharap agar lebih baik jangan percaya akan penyebaran kunci jawaban UN dan jangan berupaya untuk mencontek, karena akan sia-sia, sebab kiri kanan depan belakang soalnya sudah berbeda. Senada dengan hal tersebut, Kadisdik Depok juga berharap semua siswa lulus 100%, UN berjalan lancar, dan ada kenaikan nilai dibanding tahun sebelumnya. (Nita/ Diskominfo)

Bagikan post melalui :