unWalikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Herry Pansila dan Camat Pancoran Mas, N. Lienda Ratnanurdianny memantau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di beberapa sekolah di Depok, diantaranya SMAN 1 Depok, SMK Setia Negara, Madrasah Aliyah Al-Wawabin, dan SMA Bintara Kota Depok pada Senin (14/04/14).

Sebanyak 5.360 siswa SMA dan 9.687 siswa SMK di Depok mulai berjuang mengerjakan soal-soal UN. SMAN 1 merupakan sekolah favorit dan menjadi gudang bongkar muat penyimpanan soal UN se-Kota Depok. Pelaksanaan hari pertama didahului dengan pendistribusian soal sejak pukul 05.00 WIB pagi tadi ke sub rayon. Lalu, setiap sekolah mendatangi sub rayon untuk mengambil berkas soal bagi anak didiknya.

Soal UN disimpan di dalam kelas dan diamankan dengan pintu berlapis yang semuanya terkunci rapat. Ruang penyimpanan soal juga dipantau oleh CCTV. Kepala Sekolah SMAN 1 Achmad Zarkasih mengatakan, ruang penyimpanan soal sudah tersegel sejak berkas soal UN tiba pada Sabtu, 12 April lalu. Di SMAN 1 Depok ini, sedikitnya terdapat 16 kelas yang dipakai sebagai ruang ujian.

“Semuanya dijaga tim pemantau beranggotakan lima orang dan 32  pengawas. Pemantau datang dari SMK Ar Rahmaniyah dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung,” tandas Achmad.

un2Sementara itu ruang-ruang ujian di SMAN 1 terlihat hening. Seluruh tas siswa dikumpulkan di depan kelas. Siswa pun sibuk menekuni soal Bahasa Indonesia di jam ujian pertama ini. Di luar sekolah juga terdapat lebih dari lima personel polisi yang memantau kelancaran pelaksanaan ujian.

Walikota mengatakan persyaratan untuk pemusatan soal UN di SMAN 1 dirasa cukup baik, tempatnya juga dilengkapi dengan alat pengaman seperti CCTV.  “Diharapkan tidak akan ada kebocoran soal, saya rasa panitia telah melaksanakan tugasnya dengan benar. Baik pelaksanaan, pengamanan, pengawasan maupun transportasi kertas-kertas jawaban yang selanjutnya akan diserahkan kepada panitia provinsi,” tutup Nur. (nita/diskominfo)

Bagikan post melalui :