Camat Limo, Herry Restu Gumelar (tengah) saat memberikan arahan lokakarya mini tribulan yang digelar oleh UPT Puskesmas Kecamatan Limo di kantor Kelurahan Limo pada Senin (14/05). (Foto: Istimewa/Diskominfo)

depok.go.id- Lokakarya mini tribulan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Kecamatan Limo diselenggarakan di kantor Kelurahan Limo. Lokakarya turut menitipkan harapan agar semua pihak mampu mewujudkan Limo sebagai kecamatan sehat.

“Lokakarya ini sebagai forum pelaporan, evaluasi, dan rencana kerja ke depan agar terpenuhinya pelayanan yang maksimal sesuai dengan program Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yaitu menuju Smart Healty City,” kata Camat Limo, Herry Restu Gumelar, Senin (14/05).

Dikatakannya, lokakarya juga menjadi upaya untuk menjalin kerja sama antar lintas sektor di Kecamatan Limo. Mulai dari camat, lurah , TP PKK, KUA, kader Posyandu dan Posbindu untuk bekerja sama dalam pelayanan kesehatan di wilayah Limo.

“Selain membangun kerja sama dengan lintas sektor, masukan dari berbagai pihak juga dibutuhkan  sebagai bahan evaluasi. Misalnya hasil pertimbangan baik dari sisi luas wilayah serta kepadatan penduduk yang mengharuskan adanya pembangunan gedung Puskesmas yang baru, karena Limo hanya punya satu,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Pejabat Teknis Badan Layanan Unit Daerah (BLUD) UPT Puskesmas Limo, Indah Sri Rezeki Amelia mengatakan, ke depan pihaknya akan terus berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Lewat lokakarya yang digelar, pihaknya juga telah merancang beberapa program untuk peningkatan kesehatan masyarakat.

“Banyak hak yang harus ditingkatkan seperti meningkatkan cakupan Air Susu Ibu (ASI) ekslusif dan penjaringan kasus Tuberkulosis (TB),” katanya.

Dirinya menambahkan, pihaknya dalam waktu dekat akan menjalankan program Kementerian Kesehatan. Yaitu Program Indonesia Sehat dengan  Pendekatan Keluarga (PIS PK). Untuk tahap pertama, pihaknya akan mendata 11.200 rumah yang ada di Kelurahan Limo.

“Untuk pertama akan dijalankan di kelurahan Limo, kami akan turun langsung bersama untuk mendata penyakit apa saja yang ada di tiap keluarga, pendataan ibu hamil termasuk  sanitasi dasar,” tutupnya.

 

Penulis : Janet Swastika

Editor   : Retno Yulianti dan Yulia Shoim

Diskominfo

 

Bagikan post melalui :