depok.go.id – Cacar monyet yang biasa disebut monkeypox merupakan penyakit langka yang jarang terjadi, tetapi harus tetap diwaspadai. Virus berbahaya ini berasal dari hewan ke manusia yang ditularkan melalui kontak darah atau cairan tubuh, serta gigitan hewan yang telah terkontaminasi. Biasanya berasal dari hewan seperti primata dan pengerat.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Rani Martina mengedukasi warga Depok untuk mengenali penyakit langka tersebut. Selain itu, ia juga menghimbau warga untuk mengikuti perkembangan monkeypox  agar tidak terjangkit virus tersebut.

“Alhamdulillah, saat ini belum ada kasus warga yang terkena monkeypox di Depok. Meski demikian, masyarakat harus tahu gejalanya dan pencegahannya,” tuturnya kepada depok.go.id, Selasa (14/05/19).

Rani, sapaannya, menjelaskan, monkeypox mulai timbul saat 14 hingga 21 hari sejak pertama kali terinveksi virusnya. Adapun gejala yang timbul di antaranya demam, sakit kepala hebat, limfadenopati atau pembengkakan kelenjar getah bening, sakit punggung, nyeri otot, kekurangan energi, serta ruam kulit yang muncul mulai dari wajah hingga ke tempat lain.

“Monkeypox ini mirip dengan cacar pada manusia, lebih ringan namun dapat berakibat fatal. Karena itu jika mengalami gejala tersebut harus segera berobat ke pelayanan kesehatan dasar untuk mendapatkan perawatan,” jelasnya.

Untuk diketahui, virus monkeypox ini sudah memasuki wilayah Singapura. Saat ini, Batam yang merupakan wilayah perbatasan dengan Singapura sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah masuknya virus tersebut ke Indonesia.

Dalam hal ini, Dinkes Kota Depok mengingatkan kepada masyarakat untuk mengenali gejalanya agar dapat waspada terhadap virus tersebut.

Penulis : Indri Purnama
Editor : Retno Yulianti
Diskominfo

Bagikan post melalui :