air-keran

Tak lama lagi di Balai Kota Depok akan disediakan air PDAM Tirta Asasta yang bisa langsung diminum.
Titik jaringan air PDAM itu pun sudah ditentukan. Lokasinya di dekat Masjid Baitul Kamal, di lapangan upacara, dan di halaman parkir gedung Baleka.

Rencananya Agustus 2013, jaringan tersebut sudah terpasang. Para PNS dan warga bisa minum sepuasnya. Itu pun kalau kuat lho..

“Konsepnya adalah Reverse Osmosis (RO). Konsep itu menghilangkan semua bakteri dan air pun layak langsung diminum. Mengenai bentuk kerannya itu masalah teknis. Bisa dibuat sesuai dengan kebutuhan. Jadi nanti habis upacara PNS kehausan boleh minum. Warga juga kalau mau bawa galon juga boleh,” kata Direktur Utama PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Muhammad Olik Abdul Kholik.

Olik menjelaskan, rencana pemasangan jaringan air PDAM langsung diminum itu saat ini dalam proses Detailed Engineering Design (DED). Jaringan akan terpasang etelah DED. Sebelum digunakan, pihaknya akan mengetes air tersebut ke Dinas Kesehatan. Hal itu untuk meyakinkan bahwa air tersebut bebas bakteri dan layak diminum langsung.

“Ini sebagai pelayanan publik dan PDAM bukan sekedar mencari untung,” imbuhnya.

Dikatakan Olik, pemasangan titik air PDAM Tirta Asasta akan dikembangkan lebih luas. Di antaranya di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) dan fasilitas umum seperti Terminal Depok.

Zona Air Minum.
Olik menjelaskan, pihaknya juga akan mengembangkan Zona Air Minum (ZAM). ZAM adalah wilayah yang air dari pipa PDAM dapat langsung diminum oleh masyarakat. Wilayah yang dituju adalah Cinere dan Limo. Bahan baku airnya dari Sungai Pesanggrahan.

“Saat ini kami masih mengkajinya. Baik itu kemauan warganya menggunakan fasilitas tersebut daan kemampuan membayarnya. Kemudian kajian kelembagaanya,  jaringan dan investasinya. Malang dan Sentul Kabupaten Bogor sudah menerapkannya” ujarnya.

Dikatakan Olik, untuk membangun ZAM diprediksi membutuhkan dana ratusan miliar. Jika APBD Kota Depok tak sanggup mendanainya maka tidak menutup kemungkinan mengajak kerjasama pihak swasta.
“Pihak swasta juga dipersilahkan melakukan kajiannya. Secara teknologi sudah banyak yang menerapkan. Di Jepang air limbah manusia dapat diolah dan diminum langsung,” paparnya.

Olik menambahkan bahwa jumlah pelanggan PDAM Kota Depok semakin bertambah. Jumlahnya saat ini mencapai 6.600 pelanggan.

Sementara itu, Humas PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Cepi Ahmad menyebutkan bahwa target untuk tahun 2013 mencapai 1000 pelanggan. “Sudah 50 persen saat ini  dan kami yakin dapat mencapai target yang lima puluh persennya lagi dengan pemasangan instalasi baru bekerja sama dengan perumahan yang ada di Kota  Depok,” paparnya.

Para pelanggan PDAM Kota Depok menyatakan apresiasinya terhadap pelayanan PDAM. Hal itu terbukti dari pelayanan yang diberikan kepada konsumen. “Untuk complaint pelayanan, saya peribadi belum ada ada keluhan berarti dan mudah-mudahan tidak ada, yang saya harapkan nantinya ada kemudahan dalam pembayaran misalnya secara online, yang tentunya akan mempermudah konsumen,” imbuh Salman warga Sukatani, Tapos, Depok. Begitu pula yang dirasakan Ahmad warga Cimanggis yang merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh PDAM Kota Depok.

PDAM Kota Depok semakin mengembangkan sayapnya dengan memperluas jaringan dan kualitas airnya. Oleh karena itu jangan ragu berlangganan PDAM Tirta Asasta Kota Depok.

Bagi warga Kota Depok yang ingin berlangganan PDAM Kota Depok dapat menghubungi kantor unit pelayanana PDAM Kota Depok dengan alamat:

Kantor Unit Pelayanan  1

Jl. Raya Sawangan Kp. Kepupu No. 10A Rangkapan Jaya Lama Telp. 021-77883322

Kantor Unit Pelayanan 2

Jl. Raya Mekarsari Kav. 13 Buana Asri Cimanggis Telp. 021-70245822

Dengan persyaratan sebagai berikut:

Foto copy KTP, foto copy Kartu Keluarga, foto copy rekening listrik / PBB, SIUP / akta pendirian perusahaan  (untuk badan usaha), surat permohonan penyambungan (untuk badan usaha), materai Rp. 6000 (1 bh), dan membayar biaya pendaftaran.

Sumber: Majalah Warta Depok Juni 2013 – Diskominfo.

Bagikan post melalui :