depok.go.id – Bagi para pengusaha produk olahan pangan, terutama yang berskala industri kecil dan menengah (IKM atau UKM), kepemilikan SPP–IRT atau Sertifikat Produk Pangan Industri Rumah Tangga sangatlah penting. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Seksi POM Dinkes Kota Depok, Sih Mahayanti saat ditemui di kantornya, Senin (14/09/2015).

Sih menjelaskan dengan adanya kepemilikan SPP-IRT  bagi UKM olahan pangan, nantinya mereka akan mendapatkan nomor SPP-IRT yang akan dicantumkan dalam kemasan produk. Adanya nomor SPP-IRT tersebut merupakan jaminan atau kepercayaan bagi calon konsumen maupun toko atau supermarket tentang produk yang mereka tawarkan.

“Dengan adanya SPP-IRT ini, kepercayaan masyarakat terhadap produk yang mereka buat akan meningkat dan itu juga akan menguntungkan bagi penjualan mereka,” ujar Sih.

Sih mengatakan sebelum mendapatkan SPP–IRT tersebut, para pengusaha UKM terlebih dahulu mendapat pelatihan atau diberikan penyuluhan keamanan pangan (PKP), antara lain meliputi keamanan pangan, cemaran dan kontaminasi pada produk olahan pangan, serta teknologi produksi olahan pangan. Setelah mengikuti penyuluhan tersebut, para pelaku usaha olahan pangan nantinya akan semakin sadar dan bertanggungjawab akan pentingnya memberikan layanan produk olahan pangan yang baik kepada konsumen, baik dari aspek kualitas produk maupun dari aspek keamanan pangan.

“Nanti mereka akan mendapatkan sertifikat PKP, dengan sertifikat itu baru mereka dapat mengajukan untuk membuat SPP-IRT,” tambah Sih.

Sertifikat PKP ini merupakan syarat adminstrasi, jika nantinya syarat administrasi sudah lengkap nanti pihak Dinkes akan mengaudit dan melihat kondisi dari lokasi produksinya. Adapun hal yang dilihat, antara lain tentang kondisi bangunan, lokasi (apakah jauh dari pencemaran atau tidak), kehigienisan alat produksi, dan bahan baku yang digunakan.

“Ada empat level penilaian lokasi, level 1 dan 2 kami akan memberikan SPP-IRT, namun jika level 3-4 mereka harus melakukan evaluasi dan perbaikan terlebih dahulu, baru akan kita berikan,” tutupnya.  (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :