emergency calldepok.go.id – Dalam waktu dekat Kota Depok akan memiliki nomor panggilan darurat atau emergency call. Bagi warga Depok yang mengalami kondisi darurat atau memerlukan bantuan, seperti pemadam kebakaran, polisi, ambulan, atau rumah sakit cukup menghubungi nomor 112. Layanan ini segera terwujud seiring telah ditandatanginya kerjasama Pemerintah Kota Depok dengan Direktorat Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Bertempat di Hotel Grand Clarion lantai 3, Ruang Wind Flower, Makasar Sulawesi Selatan, Nur Mahmudi Isma’il selaku Walikota Depok menandatangi MoU emergency call penyediaan layanan tunggal darurat dengan Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kalamullah Romli, Selasa (8/9/2015). Penandatanganan ini dilakukan bersama-sama dengan 4 pemerintah kota lainnya, yaitu Kota Bogor, Kota Bandung, Kota Balikpapan, Kota Tangerang dan Kota Makasar.

Adanya layanan nomor panggilan darurat dilatarbelakangi oleh tidak adanya nomor tunggal yang mudah diingat ketika terjadi kondisi darurat. Selain itu, belum adanya layanan panggilan tunggal terpadu, seperti kepolisian, dinas pemadam kebakaran, dinas kesehatan dan rumah sakit menjadi permasalahan yang belum teratasi oleh pihak berwenang. Hal ini akan mengakibatkan bahaya yang ditimbulkan menjadi lebih besar.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, M. Fitriawan  berharap dengan adanya call center terpadu nantinya masyarakat segera terlayani ketika dihadapkan dalam kondisi darurat. Dirinya juga mengungkapkan, adanya call center ini, nantinya respon pihak berwenang menjadi lebih cepat dan efektif serta koordinasi antar instansi di pemerintah kota menjadi lebih baik dan terpadu. Selain itu, M. Fitriawan juga mengingatkan bahwa layanan telepon darurat 112 hanya untuk kondisi darurat, sedangkan untuk pengaduan warga Depok yang bersifat bukan darurat ia menyarankan untuk tetap menggunakan call center Pemkot Depok, yaitu 1500-664. (Yulia/ Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :