Lomba Orasi Antar Pelajar SMA SMK Se-Kota Depok

Wali Kota Depok, Mohammad Idris dan Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok, Dadang Wihana beserta 10 peserta grand final lomba orasi antar pelajar SMA/SMK se-Kota Depok di Hotel Bumi Wiyata, Kamis (14/12/2017). (Foto : Bima/Diskominfo)

depok.go.id – Menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah. Sebab, selain harus memiliki sifat jujur dan bertanggung jawab, seorang pemimpin juga harus dapat mendengar serta mengetahui berbagai persoalan yang dialami oleh masyarakat yang dipimpinnya.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, gambaran sosok pemimpin yang ideal terdapat pada lagu daerah ‘Gundul-Gundul Pacul’. Dalam lagu yang diciptakan oleh Sunan Ampel pada 1400 masehi tersebut, seorang pemimpin harus amanah dalam menunaikan tugasnya.

“Gundul itu kan letaknya di kepala, dan kepala merupakan refleksi dari kehormatan. Artinya, kehormatan seorang pemimpin adalah terletak pada keberhasilannya dalam melayani masyarakat dengan baik,” kata Mohammad Idris, saat membuka grand final lomba orasi antar pelajar SMA/SMK se-Kota Depok tahun 2017, di Hotel Bumi Wiyata, Kamis (14/12/2017).

Lebih lanjut, Mohammad Idris menuturkan, pesan lain yang terkandung dalam lagu “Gundul-Gundul Pacul” yaitu seorang pemimpin harus dapat membawa pengaruh bagi masyarakat. Pengaruh tersebut, sambungnya tentunya untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang bernilai positif.

“Pemimpin harus dapat mempengaruhi orang yang dipimpinnya untuk saling berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. Karena itu, seorang pemimpin juga harus menjadi teladan yang baik bagi masyarakatnya,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, menjadi pemimpin juga harus terus bersifat rendah hati. Serta, harus menghindari rasa angkuh meskipun diberikan kepercayaan untuk memangku jabatan sebagai seorang pemimpin.

“Kalimat nyunggi wakul maknanya memikul beban dan amanah. Kalau dilaksanakan secara angkuh atau sombong, maka nanti wakulnya bisa tumpah, artinya kepercayaan dari masyarakat akan hilang,” tutupnya.

Penulis : Guntur Widyanto

Editor : Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :