depok.go.id – Masalah kekurangan gizi di Indonesia hingga saat ini masih terus terjadi. Pasalnya, banyak dari masyarakat di Indonesia tidak peduli akan makanan yang dikonsumsi tanpa mengetahui efek samping selanjutnya.

Selain itu, kasus mengenai gizi tidak hanya fokus pada hal tersebut. Masyarakat di Indonesia saat ini juga banyak ditemui mengalami kelebihan gizi yang berujung pada berlebihnya berat badan serta kegemukan atau obesitas.

Mengenai hal tersebut, Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il, yang menjadi narasumber pada Refleksi Awal Tahun Korps Alumni Himpunan Makasiswa Islam (HIPMI) dalam pembahasan “Mungkinkah Kita Mewujudkan Kedaulatan Pangan” mengungkapkan bahwa di Kota Depok saat ini sudah berupaya menuntaskan kasus kekurangan dan kelebihan gizi. Hal ini dilakukan dengan penerapan program One Day No Rice (ODNR) di lingkungan pemerintah dan masyarakat Depok.

Alhamdulillah Depok kini gizi buruknya sudah 0, selanjutnya melalui ODNR kami mengajak seluruh elemen untuk menerapkan pola hidup sehat dengan pola pangan yang ber-glikemiks (kadar gula) rendah agar tidah kelebihan gizi,” tuturnya, Kamis (15/01/2016).

Lebih dalam, pemimpin Kota Belimbing ini menambahkan bahwa untuk mewujudkan kedaulatan pangan harus menghargai bahwa makanan asal daerah, seperti jagung, umbi-umbian, singkong, dan pisang jauh lebih sehat dibandingkan beras dan terigu.

Makanan asal daerah tersebut mampu bertahan lebih dari empat jam. Risiko yang akan dirasakan dengan mengonsumsi makanan ini tidak akan mengantuk dan rendah resiko diabetes.

“Semoga ini dapat menjadi inspirasi dan mengubah mindset masyarakat di Indonesia agar kasus gizi buruk dan kelebihan gizi dapat teratasi,” tutup alumni IPB ini berharap. (Indri/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :