pemilahan sampah

Ilustrasi Pemilahan Sampah. (Foto: Diskominfo)

depok.go.id – Tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menargetkan 10 persen dari total kepala keluarga (KK) di Depok, bisa melakukan pemilahan sampah. Bahkan, Pemkot mempunyai target sampai 20 persen dari total KK untuk melakukan pemilahan sampah sampai tahun 2019.

Kepala Seksi Operasional Pengolahan Sampah Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok, Burhanudin, mengatakan di Depok ada sebanyak 500 ribu KK. Akan tetapi, yang baru melakukan pemilahan sampah sebanyak 5 persen dari total kepala keluarga.

“Minimal 100 ribu KK harus bisa memilah sampah tiga tahun ke depan. Setiap hari kami edukasi warga untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan agar tetap asri,” ujar Burhanudin saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (15/01/16).

Saat ini, voleme sampah warga Depok mencapai 1200 ton perhari, namun yang bisa terserap di TPA hanya sebanyak 550 ton perhari, sedangkan 38 TPS yang ada, baru bisa menyerap 70 ton sampah perhari. 

“Berdasarkan standar nasional sampah warga mencapai 0,6 Kg perhari. Adapun sampah yang tidak tertangani pemerintah oleh masyarakat ada yang dibuat komposter, biopori, dibakar, dijadikan bio digester, dan dibuang ke tempat pembuang sampah liar,” paparnya.

Bagi warga yang sudah bisa memilah hanya membuang 15 persen sampah yang menjadi residu. Sisanya sebanyak 55 persen sampah organik dan 30 persen sampah non organik yang bisa direcycle. 

Dia berharap, dengan adanya sosialisasi secara terus menerus yang dilakukan Pemkot Depok dapat menyadarkan masyarakat untuk mewujudkan salah satu progran unggulan Kota depok, yaitu Depok Bersih dan Hijau. (Vidyanita/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :