Anggota Katar Limo saat memasarkan minum jeruk limo disalah satu pameran. (Foto : Janet/Istimewa)

depok.go.id-Karang Taruna (Katar) Kelurahan Limo turut serta dalam meningkatan perekonomian warga. Dengan dukungan potensi jeruk limo yang berlimpah di wilayah, Katar berupaya mengembangkan buah berukuran kecil dan bulat tersebut menjadi minuman segar pelepas dahaga.

Ketua Katar Kelurahan Limo, Ikwal Zuhri mengatakan, minuman jeruk limo tersebut tengah dikembangkan untuk menjadi produk unggulan di Kelurahan Limo. Sedangkan pasokannya, berasal dari masyarakat Limo yang menjadi petani jeruk tersebut.

“Awalnya salah seorang warga yang menggagas usaha ini, buah limo yang didapat pun masih ditanam sendiri. Tetapi, sekarang di setiap rumah warga ditanami jeruk limo sehingga pengolahan minuman ini dibantu oleh Katar Kelurahan Limo,” ujarnya kepada depok.go.id, Selasa (15/01/2019)

Dikatakannya, dalam sehari pihaknya dapat memproduksi 30-50 botol minuman jeruk limo. Karena bahan baku serta peralatan pengemasan telah dibantu oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

“Waktu masih mandiri pembuatan hanya berdasarkan pesanan. Kalau sekarang kami produksi setiap hari, masyarakat pun semakin banyak yang menanam jeruk limo untuk dijual kepada kami,” katanya.

Dirinya menjelaskan, pengembangan ini baru berjalan sekitar dua bulan. Diakuinya, masih banyak hal yang terus dipelajari terutama dalam pembuatan izin Pengurusan Perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan perizinan lainnya.

“Niat kami pemuda di Limo untuk mengembangan ekonomi warga, memunculkan potensi yang menjadi ciri khas di wilayah Limo.  Kami optimistis untuk bersama-sama meningkatkan taraf hidup warga di Limo,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, minuman jeruk limo yang telah dikemas dalam botol kecil dijual dengan harga Rp 6 ribu. Produk tersebut, dipasarkan langsung oleh anggota Katar Limo.

“Katar Limo sekarang fokus mengembangkan Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), setelah sebelumnya mengambangkan budi daya jangkrik,” tutupnya.

Penulis : Janet Swastika
Editor : Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :