ilustrasi daging

Ilustrasi daging. (Sumber foto : Istimewa)

depok.go.id – Pemerintah sejak tahun 2011 telah mengatur proses impor sapi dan daging sapi yang bisa didistribusikan di Kota Depok. Peredaran daging impor tersebut, juga telah memenuhi syarat halal dengan bukti kepemilikan sertifikat dan aman untuk dikonsumsi.

Ketentuan terkait impor daging sendiri, diatur lewat Peraturan Menteri Pertanian Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rekomendasi Peraturan Impor Daging dan Jeroan. Serta Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24 Tahun 2011 tentang Ketentuan Impor dan Ekspor Hewan dan Produk Hewan.

“Sudah kami pastikan daging-daging tersebut diekspor dari negara yang telah bersertifikasi dan aman. Daging kerbau juga diberi labeling dari mana asalnya. Harga yang dibanderol dari importir adalah Rp 65 ribu/ kilo. Kalau sudah masuk ke pasar, harganya beragam,” ujar
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPPP Dede Zuraida, Selasa (14/02/2017).

Menurutnya, Pemerintah Kota Depok saat ini hanya menerima daging impor dari tiga negara. Negara tersebut adalah Australia, New Zealand dan India. Kebijakan tersebut telah ditentukan oleh kementerian.

“Kita dapat sapi Australia dan New Zealand dengan jenis sapi Brahman Cross (Bx), tapi untuk proses penggemukan dikirim terlebih dahulu ke Lampung. Karena kita tidak punya lahan untuk program penggemukan. Setelah siap potong, sapi dikirim ke Depok dan diistirahatkan selama 1-2 minggu baru dipotong,” jelas Dede.

Dede menyebutkan, khusus negara India mengekspor daging kerbau dalam bentuk frozen. Daging tersebut diekspor dari wilayah tertentu yang pastinya bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan sudah dipastikan aman.

Selain itu, importasi dari negara lain ke Indonesia harus memenuhi persyaratan halal, kesehatan hewan dan keamanan pangan melalui audit pada setiap rumah potong hewan yang akan mengekspor daging ke Indonesia. Audit dilaksanaan oleh tim dari LPOM MUI dan tim dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

Dede menambahkan, Permentan 50 dan Permendag 24 diterbitkan dengan tujuan untuk memastikan, impor hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan domestik yang belum mampu dipenuhi dari hasil produksi dalam negeri. Ini dilakukan untuk melindungi kepentingan nasional dari faktor Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, Lingkungan Hidup dan Moral (K3LM) yang berujung pada kemandirian bangsa di sektor pertanian.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :