gerai umkm

RESMIKAN: Camat Beji, Ues Suryadi meresmikan Gerai UMKM Tanah Baru, Beji sebagai sentra oleh-oleh khas Depok pada Selasa, (14/02/2017). (Foto: Nurul/Diskominfo)

Depok.go.id – Ragam produk dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) hadir di Gerai UMKM Tanah Baru Beji Pusat Oleh-oleh Depok yang berlokasi di Jalan R. Sanim Kav. UI Blok I nomor 5C, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok. Gerai UMKM tersebut resmi dibuka oleh Camat Beji, Ues Suryadi yang didampingi oleh Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Mikro Rina F. Bahar, Lurah Tanah Baru Zulkarnain, Ketua RW 12 Tanah Baru Icang Irawan dan para pelaku usaha. Kehadiran Gerai UMKM Tanah Baru ini merupakan bukti warga Beji mendukung program Kota Depok sebagai Sahabat UMKM serta keluarga sejahtera.

“Memang targetnya adalah keluarga sejahtera, maka berangkat dari UMKM ini menjadikan para pelaku UMKM di Beji Depok bermunculan,” ucap Camat Beji Ues Suryadi kepada depok.go.id, Selasa (14/02/2017).
Dia mengatakan, dengan pembukaan gerai UMKM dapat memberikan pengetahuan bagi para pelaku usaha untuk memperhatikan kemasan yang ada pada produknya. Karena tampilan produk terkadang menjadi pilihan orang cerdas.
“Jadi melalui keterangan dan tampilan dalam kemasan orang tidak lagi bertanya tentang produk, tetapi hanya cukup dengan membaca kemasan produk,” ujarnya.
Lebih lanjut, dirinya menuturkan pertemuan para pelaku UMKM ini, sekaligus dapat menginformasikan untuk membuat legalitas dan pelatihan tidak harus membayar.
“Warga Depok yang ingin menjadi pelaku UMKM tidak perlu khawatir dengan biaya legalitas. Karena Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan dinas yang terkait, memberikan fasilitas, pelatihan, serta legalitas gratis bagi pelaku usaha mikro,” terangnya.
Selain itu, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Mikro, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok, Rina F. Bahar mengungkapkan, Pemkot Depok memberikan fasilitas gratis bagi pelaku UMKM, seperti Pengusaha Kena Pajak (PKP) gratis, pelatihan Laik Sehat gratis, sertifikat halal gratis, Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) gratis, kemasan gratis, bahkan pelatihan untuk pembuatan kemasan gratis. Ia juga menjelaskan mengenai kriteria dari usaha mikro adalah alat kerjanya dibawah Rp 50 juta, sedangkan untuk omzet dibawah Rp 300 juta dalam setahun serta kepemilikan sendiri.
“Selain adanya gerai pusat oleh-oleh ini, kita berharap para pelaku UMKM didorong untuk berdagang secara online, karena lebih nyaman, tidak perlu sewa tempat dan tidak perlu dijaga pegawai,” jelasnya.
Sementara itu, Lurah Tanah Baru Zurkarnain menjelaskan, dengan adanya gerai UMKM tersebut juga mendorong para pelaku usaha, agar lebih memaksimalkan hasil produk kuliner di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji. Dikatakannya, keberadaan gerai UMKM di Tanah Baru dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan membuat satu persaingan sehat dalam dunia usaha di UMKM. Para pelaku UMKM Depok khususnya di Kelurahan Tanah Baru dapat menitipkan produknya di gerai tersebut.
“Mereka (pelaku usaha) kan sangat banyak, seperti di Tanah Baru sudah ada lebih dari 20 pelaku UMKM. Karena itu, adanya fasilitas gerai, selain dapat meningkatkan ekonomi warga Tanah Baru, dapat juga sebagai sarana menjalin komunikasi pada pelaku UMKM dengan pemilik gerai. Sehingga sinergi antara produksi dengan penjualan bisa berkesinambungan,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, Pemilik Gerai UMKM Tanah Baru Beji-Depok, Reni Suhartanti mengungkapkan, alasan dirinya membuka toko agar dapat menjual produk-produk UMKM, karena ia ingin meningkatkan penjualan dari produk asli Indonesia, khususnya warga Tanah Baru.
“Saya memang senang dengan gerakan beli produk Indonesia, jadi bukan produk impor yang menang di sini, melainkan produk asli Indonesia khususnya produk Kota Depok,” jelasnya.
Gerai UMKM Tanah Baru memiliki luas bangunan 4,5 x 13 meter dan terdiri dari dua lantai, hingga saat peresmian gerai sudah ada sekitar 20 UMKM yang menitipkan produknya di gerai tersebut.
“Syaratnya hanya konsinyasi dengan membayar cash perminggunya dan pembayaran tergantung dari penjualan produknya,” tutupnya.
Penulis: Nurul Darojat
Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita
Diskominfo
Bagikan post melalui :