kwarcab

Ketua DKC Kwarcab Depok, Yugo Mantias Nurcahyo. (Foto: Fajar)

depok.go.id – Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Kwarcab Depok Yugo Mantias Nurcahyo, mengatakan untuk menjadi Pramuka Garuda  setiap Penegak (usia 16-20 tahun) dan Pandega (usia 21-25 tahun) harus melewati beberapa tes dahulu. Kemudian, nantinya mereka akan dihimpun untuk mewakili provinsi Jawa Barat.

“Mulanya tiap pembina dan Ketua Gugus Depan (Gudep) merekomendasikan Penegak tingkat laksana dan Pandega kepada 11 Kwartir Ranting (kwaran) (tingkat

kecamatan). Lalu dari saringan kwaran, mereka diajukan kembali kepada kwarcab, yang nantinya kwarcab melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka Tingkat Cabang (Pusdikltcab) akan diuji dan dinilai, apakah mereka siap menjadi Pramuka Garuda,” paparnya kepada depok.go.id, Selasa (14/02/2017).

Dia menuturkan, persiapan untuk kegiatan nasional yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali ini masih pada tahap pembinaan. Saat ini masih mengadakan gelang ajar untuk membentuk pembina dulu. Setelah selesai, para pembina akan menyarankan peserta didiknya untuk ikut seleksi Pramuka Garuda.

“Lalu kita harus melakukan pendaftaran awal pada 2 Mei mendatang, jadi sekitar akhir April sudah terpilih beberapa peserta yang siap mengikuti Raimuna Nasional 2017,” jelasnya.

Yugo menambahkan, para peserta kegiatan Raimuna Nasional 2017 akan memperoleh pendidikan karakter, agar menjadi pribadi yang berguna bagi nusa dan bangsa.

“Saat kegiatan akbar pramuka itu, kita akan dapat materi dan pengalaman baru. Dan terpenting kita bisa belajar berbagai kebudayaan, karena peserta Raimuna adalah perwakilan setiap provinsi di Indonesia,” ujarnya.

Raimuna adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam bentuk perkemahan besar yang di Indonesia diselenggarakan oleh Kwartir Gerakan Pramuka. Raimuna diselenggarakan mulai dari tingkat Kwartir Ranting (kecamatan) hingga tingkat nasional.

“Selain itu, para anggota pramuka juga akan memperingati Hari Pramuka dan Hari Kemerdekaan pada 14 dan 17 Agustus mendatang,” tutupnya.

 

 

Penulis:  Fajar Nur Cahyo

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

 

Diskominfo

 

 

Bagikan post melalui :