Ketua BAP-S/M Provinsi Jabar, Udin Syaefudin Saud memberikan sosialisasi terkait Kebijakan Akreditasi Tahun 2019 kepada 284 kepsek SD dan SMP se-Kota Depok. (Asyril/Diskominfo)

depok.go.id-Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok hari ini menggelar sosialisasi akreditasi tahun 2019. Kegiatan yang diikuti 284 kepala sekolah (kepsek) jenjang SD dan SMP se-Kota Depok ini, bertujuan mengenalkan peraturan-peraturan baru dalam proses akreditasi.

“Sengaja kita berikan pembekalan terkait akreditasi jauh-jauh hari. Dengan demikian, persiapan dari masing-masing satuan pendidikan bisa lebih matang,” kata Kepala Disdik Depok, Mohammad Thamrin, di Balai Kota, Jumat (15/02/2019).

Dikatakannya, penilaian yang dilakukan per lima tahun sekali tersebut dilakukan secara tiba-tiba. Thamrin mengatakan, begitu penilai atau aksesor mendapatkan surat tugas dari Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah (BAP-S/M) Provinsi Jawa Barat, maka petugas akan langsung ke kota/kabupaten yang ditetapkan tanpa memberikan pemberitahuan kepada sekolah yang dituju.

Karena itu, Disdik Depok mengadakan pembekalan akreditasi lebih awal. Pada kesempatan itu, pihaknya mengundang Ketua BAP-S/M Provinsi Jabar, Udin Syaefudin Saud untuk menjelaskan peraturan akreditasi tahun 2019. Selain itu, para peserta juga dibekali informasi terkait cara menginput data ke Sistem Informasi Penilaian Akreditasi Sekolah Berbasis Aplikasi (Sispena).

Sementara itu, dalam sosialisasinya, Ketua BAP-S/M Provinsi Jabar, Udin Syaefudin Saud mengatakan, akreditasi sekolah dinilai berdasarkan delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) dengan menggunakan sistem skor. Dikatakannya, masing-masing standar memiliki nilai tersendiri, penilaian utama terletak pada komponen sarana-prasarana (sarpras) dan Guru Tenaga Kependidikan (GTK).

Syaefudin mengatakan, ada peningkatan sistem skor pada akreditasi tahun 2019. Sebelumnya, sekolah yang diakreditasi C karena skornya sekitar 60-71. Namun tahun ini, sambungnya, ditingkatkan menjadi 71-80. Adapun untuk B yaitu 81-90 dan A yaitu 91-100.

“Selain itu, setiap item penilaian ada level, semakin jelas atau spesifik nilainya akan semakin bagus. Jadi dengan aturan baru ini, sekolah sendiri sudah bisa memprediksikan hasil akreditasinya,” katanya.

Penulis: Pipin Nurullah
Editor: Dunih

 

Diskominfo

Bagikan post melalui :