bawangKenaikan harga bawang berdampak pada naiknya inflasi di Kota Depok. Pada bulan Februari 2013, terjadi inflasi sebesar 0.72 % dengan penyebab utama inflasi berupa kenaikan harga pada komoditas  bawang merah, bawang putih, jeruk, tarif listrik, tomat buah, dan emas.

Lonjakan harga bawang merah dan bawang putih yang mulai terasa sejak awal Februari ini diakibatkan oleh berkurangnya suplai bawang di pasar sementara permintaan akan kedua komoditas ini tetap. Produksi bawang merah dan bawang putih setiap awal tahun memang selalu menurun, karena para petani cenderung tidak menanam bawang saat musim hujan untuk menghindari risiko serangan hama atau tanaman menjadi busuk akibat intensitas hujan.

“Curah hujan yang cukup tinggi di berbagai daerah selama awal tahun 2013 ternyata juga memberikan pengaruh terhadap laju inflasi di kota Depok. Tingginya curah hujan yang bahkan sampai membuat banjir di berbagai tempat berpengaruh terhadap suplai berbagai jenis barang ke Kota Depok. Baik karena jalur distribusi yang terhambat banjir maupun hasil produksi  yang berkurang karena gagal panen atau rusak terkena banjir”, demikian ungkap Kasi Neraca Wilayah dan Analisis BPS Kota Depok Bambang Pamungkas, S.ST.

Fenomena kenaikan harga bawang di triwulan pertama ini tidak mengkhawatirkan jika masih belum mencapai 50 persen, sebab biasanya harga bawang akan turun kembali saat memasuki musim kemarau atau pada triwulan kedua karena petani banyak menanam di musim ini.

Kota

Inflasi Februari 2013

Inflasi Selama 2013
(s.d Februari 2013)

(1)

(2)

(3)

Depok

0,72

2,02

Jakarta

0,65

1,53

Bekasi

0,67

2,16

Bogor

0,57

1,15

Tangerang

1,02

1,77

Jawa Barat

0,79

1,85

Nasional

0,75

1,79

Jika dibandingkan dengan daerah lain di Jabodetabek maka inflasi pada bulan Februari di Depok menduduki peringkat kedua setelah Tangerang (1,02 %).  Sedangkan inflasi bulan Februari 2013 di Jawa Barat sebesar 0,79 % dan nasional sebesar 0,79 %.

inflasi

Pergerakan inflasi selama Januari dan inflasi Februari 2013 ini jika dibandingkan dengan pada tahun 2011 dan 2012 mengalami peningkatan. Inflasi kalender sampai dengan bulan Februari 2013 di Kota Depok sebesar 2,02 %, sedangkan inflasi kalender pada periode yang sama di tahun 2011 sebesar  1,32 % dan pada tahun 2012 sebesar 0,62 %. Dengan kondisi ini perlu dilakukan kontrol terhadap harga dan stok barang di pasar untuk menghindari semakin meningginya inflasi.

Sebagai catatan pada tahun 2011 inflasi tahunan di Depok sebesar 2,91 %, dan inflasi tahunan pada tahun 2012 sebesar 4,11 %. Inflasi Kota Depok pada Tahun 2012 banyak dipengaruhi oleh kenaikan harga yang terjadi pada komoditas berupa nasi, beras, daging sapi, mie, bawang putih, tahu mentah, bawang merah, dan jeruk. Oleh karena itu untuk menjaga inflasi tahun2013 agar berada di level yang aman, perlu diperhatikan stok dan pengendalian harga pada komoditas tersebut.

Selain pengaruh curah hujan yang cukup tinggi, ditengarai penyebab berkurangnya pasokan bawang di pasaran akibat kebijakan Pemerintah melakukan pembatasan impor beberapa produk hortikultura, salah satunya bawang.

Terkait kebijakan ini, Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail mengajak semua aparatur negara tak terkecuali masyarakat Kota Depok untuk membudidayakan tanaman holtikultura khususnya tanaman pangan di dalam negeri. Akan tetapi solusi ini hanya dapat mengurangi sedikit permasalahan, dikarenakan lamanya masa pertumbuhan dan tidak semua masyarakat memiliki pekarangan yang luas.

“kita harus bisa menyuplai bawang ke Kota Depok secepatnya untuk mengatasi keresahan masyarakat, karena bila kita import bawang dan menyetok bawang maka inflasi Kota Depok akan menurun”, tambahnya.

(Diskominfo/Feny)

Sumber gambar:

  • http://ekon.go.id
  • http://bcl.wikipedia.org

Bagikan post melalui :