Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPPP Kota Depok, Dede Zuraida. (Foto : Diskominfo)

depok.go.id – Upaya menangani penyakit brucellosis atau keguguran yang biasa ditemukan pada sapi perah dilakukan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok secara berjenjang. Perhatian khusus ini diberikan untuk memutus mata rantai penyakit tersebut.

“Menurut data yang dihimpun pada 2017, saat ini di Kota Depok memiliki 537 populasi dan prevalensi penyakit brucellosis ini mencapai dua persen. Kami akan melakukan penanganan berjenjang,” ujar Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPPP Kota Depok, Dede Zuraida, Minggu (15/04/18).

Dede menambahkan, penanganan berjenjang yang dimaksud antara lain dengan mengimbau peternak menerapkan keamanan dan kebersihan kandang (bio security). Seperti membatasi kandang dengan pagar, menjaga kebersihan dengan mengganti pakaian maupun sepatu selepas dari kandang, mencuci peralatan makan dan minum hewan secara berkala dan lain-lain.

“Kalau prevalensi penyakitnya sudah terlalu tinggi, mau tidak mau kami akan melakukan tindakan potong hewan, untuk memutus mata rantai penyakit. Penyakit ini termasuk ke dalam zoonosis atau bisa menular ke manusia,” tambahnya.

Dirinya mengaku, untuk mengenali ciri penyakit brucellosis yang terjadi pada sapi perah memang sulit. Namun, bisa dilihat dari produksi susu yang menurun dan hewan yang kerap mengalami keguguran.

“Jika produksi susu sudah menurun, patut dicurigai sapi tersebut terkena penyakit brucellosis. Kalau sudah begini, yang rugi juga peternak. Untuk itu, kami akan memberikan sosialisasi lebih masif, agar peternak memahami penyakit menular ini,” pungkasnya.

Penulis: Vidyanita

Editor: Dunih dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :