depok.go.id –  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, telah memiliki tim khusus yang disebut dengan Keselamatan dan Kebakaran Gedung (K2G). Tim ini bertugas baik di Gedung A yang sudah eksisting, maupun di Gedung BD yang nanti akan dioperasionalkan.

Direktur RSUD Kota Depok, Asloe’ah Madjri mengatakan, tim ini bertugas menangani dan bertanggung jawab terhadap keselamatan pasien saat terjadi bencana kebakaran atau pun bencana alam lainnya. Menurutnya, meski Gedung BD RSUD Depok telah memiliki standar keamanan bencana, namun peningkatan kapasitas tim K2G juga diperlukan. Salah satunya dengan menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok untuk mengadakan simulasi pemadaman kebakaran khususnya di Gedung BD.

“Kita melakukan simulasi ini sebagai upaya preventif sebelum terjadi bencana kebakaran mereka sudah terlatih, sehingga nantinya bisa meminimalisir risiko kebakaran yang lebih besar maupun jatuhnya korban saat bencana kebakaran,” ujar Asloe’ah, usai membuka simulasi bencana kebakaran, di aula Gedung BD RSUD Depok, Selasa (15/05/2018).

Ditambahkannya pelatihan dan simulasi yang dilakukannya kali ini diikuti selain oleh tim K2G, juga oleh setiap bagian yang ada di RSUD Depok. Mulai dari front office, bagian laboratorium, radiologi, laundry, gizi, hingga back office.

“Simulai ini kami rutin lakukan, terlebih nanti ditambah dengan Gedung BD. Kami harus lebih bersiap lagi jika terjadi bencana kebakaran,” ucapnya.

Dirinya mengungkapkan selain tim K2G, ada pula tim Setiap Saat Siap Bergerak (S3B). Dari tim S3B ini bisa diterjunkan jika terjadi kebakaran atau bencana yang membutuhkan pelayanan petugas.

“Seperti waktu kebakaran yang terjadi di Cinere Belleveu beberapa waktu lalu, tim S3B kami langsung bergegas meluncur ke tempat kejadian, karena memang dibutuhkan tenaga medis di sana,” tandasnya.

Penulis: Nurul Hasanah

Editor: Dunih dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :